Kegiatan verifikasi oleh tim penilai yang dilakukan di Kalurahan Panggungharjo pada Jumat (11/6) lalu.

JOGJA Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) merupakan aksi nasional untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa. Terutama dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan serta memperkuat ekonomi desa.

Badan POM telah menginisiasi program ini sejak tahun 2014 dengan melakukan intervensi keamanan pangan.  Baik di masyarakat, komunitas sekolah dan usaha.

Kepala BBPOM di Yogyakarta Dewi Prawitasari menjelaskan, pihaknya telah melakukan intervensi terhadap 43 kalurahan di DIJ sejak 2014.  Intervensi ini merupakan tahap awal pengenalan program keamanan pangan. ”Untuk selanjutnya diharapkan kalurahan dapat menganggarkan secara mandiri dengan dana kalurahan,” terangnya.

Sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap desa yang telah menerapkan program keamanan pangan secara mandiri, BBPOM melaksanakan kegiatan Lomba Desa Pangan Aman, yang pada 2020 untuk wilayah DIJ, diwakili oleh Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.

”Konsep keamanan pangan dari hulu ke hilir atau from farm to table telah diterapkan Panggungharjo untuk menjamin agar pangan yang dikonsumsi oleh warga  merupakan pangan yang aman, bermutu dan bermanfaat,” terangnya.

Proporsal lomba desa pangan aman diajukan oleh 34 desa, dari seluruh Indonesia. Dan perwakilan dari DIJ ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh nominasi lomba desa.

”Pada Jumat (11/6) dilakukan verifikasi untuk melihat kesesuaian di lapangan,” terangnya.

Sampai saat ini perwakilan desa dari DIJ telah beberapa kali mendapat penghargaan tingkat nasional.

Dengan adanya lomba ini, diharapkan dapat memicu kalurahan lain di Bantul pada khususnya dan DIJ untuk menjadi kalurahan dengan penerapan program keamanan pangan. ”Sehingga masyarakat dapat terjamin keamanannya saat mengkonsumsi pangan yang beredar,” terangnya. (vis/bah/din/er)

Lainnya