Dorong Usaha Mikro Jadi Menengah

Dorong Usaha Mikro Jadi Menengah
SEMANGAT: Suasana rapat koordinasi tindak lanjut gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo di Ruang Rapat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Purworejo Selasa (15/6). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo benar-benar segera mengimplementasikan gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo. Gerakan tersebut bakal mulai diterapkan Agustus mendatang. Gerakan ini diharapkan mampy mendorong usaha mikro menjadi usaha menengah.

Semua instansi di pemkab wajib terlibat. “Untuk mengetahui efektivitas gerakan ini, masing-masing instansi diminta untuk melaporkan aplikasi gerakan tersebut setiap bulannya,” ujar Asisten Administrasi dan Kesra Kabupaten Purworejo Pram Prasetya Ahmad dalam rapat koordinasi tindak lanjut gerakan Tresno Purworejo Larisi Purworejo di Ruang Rapat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Purworejo Selasa (15/6).

Dikatakan, gerakan tersebut harus dilihat dari aspek makro. Yakni, mendorong usaha mikro menjadi usaha menengah.

Menurutnya, gerakan ni bukan sekadar mencukupi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Purworejo. Gerakan ini juga mendorong agar petani dan pengusaha lokal bisa ekspansi ke luar daerah.

“Apabila market share sudah terbentuk melalui gerakan ini, maka akan memudahkan untuk pengembangan,” tegas dia.

Dia mengatakan, Kabupaten Purworejo memiliki potensi pengembangan usaha mikro. Terlebih, saat ini ada beberapa proyek strategis nasional.

”Kalau dibiarkan saja, ya, akan tetap mikro. Konsekensinya akan ada pengusaha menengah dari luar daerah yang masuk,” kata Pram.

Terpisah, Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Purworejo Titik Mintarsih mengatakan, Tresno Purworejo Larisi Purworejo bertujuan untuk meningkatkan kebanggaan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, mewujudkan visi bupati dan wakil bupati Purworejo yakni Purworejo Berdaya Saing 2025.

Salah satu implementasinya yaitu terbitnya Surat Edaran Bupati Purworejo Nomor 512.1/3.751 tentang Tresno Purworejo Larisi Purworejo tertanggal 27 Mei 2021. Gerakan ini meliputi peduli beras petani, peduli makanan lokal, peduli batik, peduli wisata lokal, peduli kerajinan lokal, hingga peduli pasar tradisional.

Titik menegaskan, seluruh elemen mulai diminta menyukseskan gerakan tersebut. Itu mulai ASN, calon ASN, karyawan badan usaha milik daerah, kepala kelurahan atau desa, perangkat desa, sekolah, dan masyarakat.

“Misalnya untuk ASN diminta untuk membeli beras dari petani lokal, gapoktan, atau dari bumdes minimal sepuluh kilogram per bulan. Oleh karena itu, rencananya mulai Agustus nanti, setiap instansi diminta melaporkan pelaksanaan gerakan ini di instansinya kepada bupati melalui bagian perekonomian,” beber Titik. (han/amd)

Lainnya