Tingkatkan Response Time Atasi Kebakaran

Tingkatkan Response Time Atasi Kebakaran
Sejumlah petugas Damkar Kebumen melakukan pemadaman api yang membakar sebuah kios bahan bakar minyak beberapa waktu lalu.

Radar Kebumen  Satuan pemadam kebakaran (damkar) kembali meningkatkan response time dengan sinergitas tanggap bahaya kebakaran. Guna mendukung sinergitas tersebut, damkar pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen telah melaksanakan Sekolah Tanggap Bahaya Kebakaran (Sega Bakar) bagi Relawan Pemadam Kebakaran di beberapa kecamatan.

Kepala Satuan Polisi Pramong Praja Kebumen R Agung Pambudi menjelaskan, puluhan relawan pemadam kebakaran telah mengikuti Sega Bakar. Dengan rincian 28 relawan damkar Kecamatan Karanggayam, 32 relawan damkar Kecamatan Sempor dan 50 relawan dari Kecamatan Ambal.
Ditingkatkannya response time relawan damkar, kata Agung, diperlukan agar pencegahan dan penanggulangan kebakaran dapat teratasi sejak dini. Mengingat kejadian kebakaran dan non kebakaran akan mengakibatkan kerugian materi yang cukup banyak. Data kebakaran di 2021, sudah terjadi sebanyak 28 kasus. Sedangkan kejadian non kebakaran mencapai 161 kasus. “Dari total kasus yang ada, kerugian ditaksir mencapai Rp 390.700.000,” jelas Agung kemarin (15/6).
Sementara itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengaku, Pemerintah Kabupaten Kebumen saat ini mulai melebarkan posko damkar. Seperti di Kecamatan Prembun, Petanahan, dan Gombong untuk mendekatkan armada ke lokasi kejadian. Diharapkan, pelayanan akan bisa diterima oleh masyarakat kurang lebih 15 menit. “Kondisi mobil damkar rencana bakal segera diganti dengan yang baru karena sudah dinilai kurang layak,” tuturnya.
Meskipun sinergitas dan kesiapsiagaan dari pemadam kebakaran sangat dibutuhkan, Arif menilai jika sarana dan prasarana dari pemadam kebakaran di Kebumen tergolong masih sangat terbatas. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar seluruh elemen masyarakat bisa turut serta membantu tugas relawan. Mulai dari TNI, Polri, Tagana ataupun relawan, dan juga masyarakat untuk bersinergi agar laporan kebakaran bisa segera ditangani. “Untuk itu perlu kekompakan dari semua elemen,” harap Arif.

Kasi Pemadam Kebakaran Teguh Sumarno membenarkan jika kondisi kendaraan damkar sebagian besar memang sudah sudah tua. Namun para petugas setiap hari selalu rajin melakukan pengecekan agar ketika dibutuhkan bisa segera digunakan. ‘’Beruntung para petugas memiliki keahlian tersendiri sehingga kerusakan kecil bisa segera ditanggulangi,’’ tutur Teguh.

Ke depan, pihaknya berharap, damkar Kebumen bisa memiliki bengkel sendiri. Sehingga perbaikan armada bisa dilakukan oleh petugas. Selama ini, pengecekan setiap pagi juga terua dilakukan oleh petugas. Baik cek kondisi fisik, hingga bagian mesin. Hal ini dilakukan agar armada tidak mengalami kendala saat digunakaan selama bertugas. (eno/din/er)

Lainnya