Solusi Kolaboratif dengan Pelaku Usaha

Solusi Kolaboratif dengan Pelaku Usaha
Pemkot Magelang meluncurkan aplikasi Magesty. Ini  merupakan program menuju Kota Magelang yang modern dalam layanan prima dan terintegrasi.

MAGELANG, Radar Jogja  – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang meluncurkan Magelang Smart City (Magesty) di Aula Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Magesty adalah program unggulan yang diinisiasi Dinas Komunikasi, Informastika dan Statistik (Diskominsta) untuk mewujudkan Kota Magelang yang modern, memberikan layanan prima, dan terintegrasi.

Kepala Diskominsta Kota Magelang Suryantoro menjelaskan, Magesty untuk mempercepat sembilan  program unggulan sekaligus mewujudkan program 100 hari Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz dan Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur.

“Magesty adalah program menuju Kota Magelang yang modern dalam layanan prima dan terintegrasi. Magesty merupakan solusi kolaboratif antara Pemkot Magelang dengan pelaku usaha, khususnya UMKM, sebagai kesatuan ekosistem yang saling nyawiji,” jelas Suryantoro kemarin.

Program ini juga merupakan upaya Pemkot Magelang untuk menjaga masyarakat dari pandemi Covid-19 sekaligus menerapkan protokol kesehatan, karena terdapat fitur belanja dan kesehatan berbasis online. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memsosialisasikan dan mempromosikan Magesty agar dapat segera dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat Kota Magelang untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menuturkan, Magesty adalah salah satu jawaban bagaimana masyarakat di rumah bisa memperoleh kebutuhannya lewat teknologi ini. Teknologi tidak bisa berjalan baik tanpa sabar dan selalu membiasakan diri.

“Program ini harus ada keberlanjutan, setelah launching harus dilanjutkan. Aplikasi saja tidak gampang, apalagi untuk masyarakat kalangan bawah, apalagi bayar pakai e-money. Ke depan dalam perjalanan harus diperbaiki, saya yakin ini akan berjalan baik 4-6 bulan lagi,” kata pejabat berlatar belakang dokter ini.

Dikatakan, kekompakan semua komponen juga harus diperhatikan untuk mempertahankan sebuah program. Dia mengimbau setiap kelurahan sampai RT/RW ada driver yang melayani pembayaran uang tunai, khususnya bagi kaum ibu yang biasa berbelanja.

“Kalau ini berjalan maka akan ada gerakan ekonomi di Kota Magelang. Tidak ada Kota Magelang menganggur. Saya harap ini tersosialisasikan dengan baik, semua warga merasakan manfaat aplikasi ini,” tegasnya.

Selain itu, Aziz berharap pengembangan aplikasi ini tidak puas sampai di sini. Untuk itu harus terus melakukan perbaikan serta pengembangan sistem, sehingga update sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi. “Tidak lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan sesuai sifat teknologi yang dinamis dan terus berkembang,” tuturnya. (laz/din/er)

Lainnya