Ciptakan Generasi Antihoax, Hadirkan Informasi Positif

Ciptakan Generasi Antihoax, Hadirkan Informasi Positif
TIDAK BOHONG: Anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo mengikuti pelatihan jurnalistik dan media sosial di Sanggar Bakti Pramuka Purworejo kemarin (22/6). (HENDRI UTOMO/Radar Purworejo)

RADAR PURWOREJO – Generasi muda wajib menyampikan informasi di mesia sosial melalui sebuah narasi yang penuh tanggung jawab dan realistis. Itu harapan yang digaungkan dalam pelatihan jurnalistik Gerakan Pramuka Kwarcab Purworejo.

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purworejo peduli generasi muda. Kepedulian tersebut tecermin dari pelatihan jurnalistik dan media sosial yang diselenggarakan Pramuka Kwarcab Purworejo di Sanggar Bakti Pramuka Purworejo kemarin (22/6).

Kegiatan ini untuk membentuk generasi muda yang cakap dalam bidang jurnalistik. Sekaligus, membangun generasi anti hoax berita bohong.
Pelatihan bertema Jadikan Jurnalistik yang Aktif, Kreatif, dan Inovatif ini diikuti anggota Pramuka dan siswa SMA/SMK. Pembicaranya dari Kwarcab Purworejo, pegiat media sosial, dan pengusaha.

Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Purworejo Pram Prasetya Ahmad mengatakan, generasi muda harus disiapkan dan ditingkatkan kapasitasnya dalam bidang jurnalistik. Sebab, dewasa ini pemanfaatan jurnalistik dan media sosial sangat masif.

“Kita tahu bahwa aktivitas jurnalistik dan media sosial memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat, baik dalam konteks politik, sosial, budaya, dan yang lainnya,” katanya.

Menurutnya, generasi muda harus memahami bagaimana mengolah sebuah karya jurnalistik dengan baik dan menginformasikan suatu hal sesuai fakta yang ada. Dengan demikian, tercipta jurnalistik yang bertanggung jawab sehingga menghadirkan hal positif di tengah masyarakat.

“Jika yang diberitakan hoax, justru akan menimbulkan kegaduhan dan dampaknya negatif di masyarakat. Dengan pelatihan ini mereka dibentuk menjadi kader-kader jurnalistik anti hoax,” ujarnya.

Ditambahkan, peserta juga dilatih penalaran informasi dan cara mewartakannya. Peserta diarahkan bijak dalam penggunaan media sosial. Ini mengingat medsos bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menunjukkan kemampuan dan kapasitas generasi muda yang positif dan tidak mudah terpengaruh berita bohong.

“Mereka juga dilatih cara berkomunikasi yang baik, membangun simpati, dan empati sehingga sebuah informasi bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat,” ucapnya.

Ketua Penyelenggara Pelatihan Jurnalistik Wuryanto mengungkapkan, melalui pelatihan ini peserta diharapkan paham tentang proses peliputan suatu kegiatan. Selain itu, menyampaikan informasi kegiatan tersebut melalui sebuah narasi yang penuh tanggung jawab dan realistis.

“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini akan menumbuhkan generasi jurnalistik yang berkualitas yang bisa menyampaikan informasi yang sesuai fakta,” ungkapnya. (tom/amd)

Lainnya