Laris Manis karena “Penglaris” Kostum Satria Baja Hitam

Laris Manis karena “Penglaris” Kostum Satria Baja Hitam
Penjual cendol dawet, Wahyu Prasetya,37, berakting dengan kostum Ksatria Baja Hitam di Jalan Semin- Karangmojo, tepatnya wilayah Kalurahan Jatiayu kemarin (23/6).

Gunungkidul Strategi dagang bisa dilakukan  dengan berbagai cara. Penjual cendol dawet ini mendulang untung di tengah pandemi Covid-19. Usahanya pantas diapresiasi. Dia berhasil mencuri perhatian publik dengan kostum ala film hero Negeri Sakura Jepang.

Generasi 90an cukup familier dengan kisah tokoh film hero Kotaro Minami yang bisa berubah jadi Ksatria Baja Hitam. Dia adalah kesatria pembasmi kejahatan. Keperkasaan melumpuhkan monster mengilhami seorang pedagang cendol dawet di Gunungkidul, agar jualannya laris dan menarik perhatian.

Namanya Wahyu Prasetya,37, warga Padukuhan Pengkol 3, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo. Dia jualan cendol dawet di Jalan Semin- Karangmojo, tepatnya wilayah Kalurahan Jatiayu.“Kami (sekeluarga) berjualan cendol dari Bayat, Jawa Tengah,” kata Wahyu Prasetya ketika ditemui kemarin (23/6).

Tak ingin setengah-setengah dalam bisnis, Wahyu punya ide jualan dengan cara tak biasa. Lantas muncul keinginan untuk segera merealisasikan. Sebagai pekerja swasta pihaknya mengaku memiliki banyak waktu untuk merealisasikan bisnis. “Selama ini saya bekerja di sebuah counter HP di Jogja,” ujarnya.

Rupanya ide tak biasa yang dimaksut adalah jualan dengan menggunakan kostum Ksatria Baja Hitam. Melalui bantauan seorang teman dibuatlah cosplay. Dengan modal uang Rp 700 ribu memesan baju komplet.“Sejak kecil saya mengidolakan super hero Satria Baja Hitam,” ucapnya.

Bermodalkan semangat menambah penghasilan keluarga, Wahyu mantap membuka lapak cendol dawet buatan sendiri. Memilih lokasi pinggir jalan dibawah pohon ketapang, Ksatria Baja Hitam menyapa pengguna jalan. Sesekali memperagakan gerakan khas tokoh hero itu. “Omzet terdongkrak naik dengan kostum ini,” ungkapnya.

Apakah hanya modal tampang saja? Ternyata tidak. Cendol dawet bikinannya tiga varian. Untuk original dibanderol Rp 3 ribu, memakai tape Rp 4 ribu, sedangkan varian bubur sumsum Rp ribu.“Jika menghendaki varian komplet pakai bubur sumsum dan tape pelanggan cukup Rp 5 ribu,” terangnya.

Diakui, jualan menggunakan kostum Ksatria Baja Hitam mencuri perhatian publik. Terbukti, belum lama ini aksinya ramai diperbincangkan di media sosial. Cendol dengan brand CSH, alias Cendol Super Hero laris manis. Selain anak-anak sekitar, banyak wisatawan yang pulang usai berwisata juga mampir membeli karena penasaran. “Allhamdulillah mulai dikenal, semoga semakin laris,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pembeli, Widi nampak datang bersama dengan buah hati. Dia mampir karena ingin mencoba rasa cendol buatan Ksatria Baja Hitam. Anaknya juga berkesempatan foto bersama super hero itu.

“Ternyata rasa cendol dawetnya enak. Anak saya juga senang saat foto dengan Baja Hitam,” kata Widi. (din/er)

Lainnya