Pemanah Muda Bantul Lolos Olimpiade Tokyo

Pemanah Muda Bantul Lolos Olimpiade Tokyo
Arif Dwi Pangestu dan rekan-rekannya saat  mampu menembus partai puncak Final Olympic Qualification Tournament sekaligus lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

JOGJA  Pemanah muda asal Jogjakarta Arif Dwi Pangestu berhasil mengantarkan tim panahan putra Indonesia lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Itu didapat setelah tim merah putih mampu menembus partai puncak Final Olympic Qualification Tournament di Charlety Stadium, Paris, Sabtu (19/6).

Tim Indonesia diwakili tiga pemanah terbaik. Selain Arif, ada pula pemanah senior Riau Ega Agatha Salsabilla dan Alviyanto Bagas Prastyadi.

Dalam kualifikasi tersebut, tim recurve putra tampil mengesankan. Mereka melibas Italia di perempat final dengan skor 58-54, 52-49, dan 54-54. Lalu, membekuk Ukraina di semifinal dengan skor 57-52, 56-52, dan 51-46. Sayang, pada partai final, Indonesia dikalahkan Amerika Serikat 54-54, 57-52, 55-56, dan 58-55.

Arif Dwi mengaku sangat bersyukur karena target mengamankan tiket nomor beregu Olimpiade Tokyo dapat terpenuhi. Pemanah asal Bantul itu juga tak menyangka bisa mewakili Indonesia di ajang Olimpiade. Terlebih, saat kualifikasi lawan yang dihadapi adalah tim yang menjadi unggulan terbaik dunia.

“Senang pasti. Masih enggak menyangka sebenarnya karena Olimpiade itu termasuk event kelas dunia yang paling bergengsi,” kata Arif saat dihubungi Radar Jogja, kemarin (22/6).

Di sisi lain, pemanah 17 tahun itu mengatakan, keberhasilan tim recurve putra tak lepas dari kerja keras tim selama pertandingan. Juga berkat serangkaian persiapan dan program latihan yang dijalani selama pelatihan nasional (Pelatnas). “Persiapan latihan saya ikutin pelatih, programnya sudah diatur. Mulai jadwal latihan dan latihan fisik itu semua ikut pelatih,” beber atlet yang masih duduk di kelas 11 SMAN 1 Sewon itu.

Nah, di Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung 23 Juli – 8 Agustus 2021 itu, Arif mematok target tinggi. Yaitu mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. “Targetnya jadi yang terbaik, dapat medali emas nomor beregu recurve,” harapnya.

Sementara itu, tim recurve beregu putri yang diperkuat pemanah asal DIJ Titik Kusuma Wardani gagal melaju ke Olimpiade Tokyo. Tim panahan putri yang terdiri atas Diananda Choirunnisa, Rezza Oktavia dan Titik Kusuma harus terhenti pada babak perempat final.

Selain Arif dan Titik, ada beberapa pemanah asal Kota Gudeg yang juga mengikuti Pelatnas. Di antaranya, Lisnawanto Putra A yang turun di nomor divisi recurve putra, Hendra Purnama (divisi recurve putra), Baihaqi Mustafa Surya A. (divisi compound putra), dan Prima Wisnu Wardhana (divisi compound putra). Mereka melakoni Pelatnas sejak 7 April-30 November di Jakarta. (ard/pra/er)

Lainnya