Kasus Positif Didominasi Kluster Keluarga

Kasus Positif Didominasi Kluster Keluarga

Radar Kebumen  Kasus aktif positif Covid-19 di Kebumen pada Rabu (23/6) mencapai 846. Dari jumlah tersebut, penambahan kasus positif berasal dari kluster keluarga.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen Iwan Danardono menjelaskan berdasarkan penelusuran yang dilakukan, pihaknya menemukan kluster keluarga terjadi di beberapa desa. Terutama dari hajatan seperti pesta pernikahan dan acara takziah di Desa Condongcampur, Kecamatan Sruweng. Ada pula kluster dari masjid di Desa Mrentul, Kecamatan Bonorowo.

Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru pada Rabu (23/6) mencapai 116 kasus. Dengan angka kesembuhan mencapai 41 orang dan 7 kasus meninggal dunia. Sementara itu, Kecamatan dengan kasus aktif di atas 10, ada 23 kecamatan. Sedangkan kecamatan dengan kasus aktif terendah adalah Poncowarno, Karangsambung dan Rowokele. “Terpantau desa berzonasi merah ada 27 dan 52 desa dengan zonasi orange,” kata Iwan kemarin (24/6).

Meskipun lonjakan pasien Covid-19 terus meningkat, pihaknya telah melakukan beragam upaya terkait kesiapan sarana dan prasarana penunjang penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan di wilayah Kebumen. Sebagai upaya antisipasi, pihaknya juga telah melakukan penambahan pasokan tabung oksigen di sejumlah rumah sakit di Kebumen. “Kemarin sudah ada tambahan pasokan tabung oksigen, untuk jangka waktu bisa 10 hari ke depan,” lanjutnya.

Tak hanya oksigen, Dinkes Kebumen juga telah memiliki petunjuk teknis dan pelaksanaan skenario terburuk jika angka Covid-19 terus mengalami peningkatan. Saat ini, ketersediaan tempat tidur masih tergolong aman. Dengan tempat tidur terpakai telah mencapai 64 persen. Bisa dikatakan darurat, jika tempat tidur tersedia telah digunakan hingga 80 persen. “Ini masih aman. Tapi kita sudah ada treatment antisipasi,” ungkapnya.

Untuk kesiapan rumah sakit di Kebumen, lanjut Iwan, saat ini semua rumah sakit siap menerima pasien positif Covid-19 dan bisa dipantau. Sedangkan untuk isolasi mandiri (isoman) akan ditiadakan dan dialihkan menjadi isolasi terpusat di kecamatan atau desa. Bagi yang kondisinya berat maka dirawat atau dirujuk ke rumah sakit.

Meskipun Covid-19 bisa menular, Iwan menegaskan agar masyarakat tetapharus patuh protokol kesehatan. Dengan selalu memakai masker, menghindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan sebagai upaya meminimalisasi penularan. (eno/din/er)

Lainnya