Disiplin, Wajib Pajak Dapat Doorprize

Disiplin, Wajib Pajak Dapat Doorprize
Wali Kota Magelang Muchammad Nur Aziz memberikan hadiah  kepada perwakilan masyarakat melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat, di Ruang Adipura Kencana Kompleks Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (23/6).

MAGELANG Pemkot Magelang memberikan doorprize kepada wajib pajak (WP) yang selalu disiplin membayar Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) Kota Magelang tahun 2021. Doorprize ini merupakan apresiasi atas partisipasi masyarakat karena telah mendukung dan bekerja sama dalam pembangunan Kota Magelang.

Secara simbolis hadiah diberikan oleh Wali Kota Magelang dr.H.Muchammad Nur Aziz, kepada perwakilan masyarakat melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat, di Ruang Adipura Kencana komplek Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (23/6).

Penerima hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, sepeda gunung dan hadiah lainnya, seperti televisi, kulkas, mesin cuci, kompor gas, magic com, kipas angin dan setrika juga diberikan kepada warga yang beruntung saat pengundian hadiah berlangsung. Turut menyerahkan hadiah, Wakil Wali Kota Magelang M.Mansyur, dan Sekretaris Daerah Joko Budiyono.

Wali Kota Magelang dr. Muchammad Nur Aziz mengapresiasi para masyarakat yang telah melakukan pembayaran PBB P2 dengan tepat waktu  dan  dukungan masyarakat secara langsung dalam pencapaian pengelolaan PBB di Kota Magelang semakin meningkat. “Saya berharap kegiatan ini dapat dijadikan momentum  untuk meningkatkan kesadaran kita bersama akan pentingnya ketaatan membayar pajak dan membantu meningkatkan pembangunan kota Magelang,” katanya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang Wawan Setyadi menerangkan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, capaian pendapatan dari sektor PBB P2 terus mengalami peningkatan. Pada 2016, target Rp 4,7 miliar tercapai 117,23 persen atau terealisasi sebesar Rp 5,5 miliar. Kemudian pada 2017, dari target Rp 5,6 miliar, terealisasi Rp 6,4 miliar atau mencapai 114,95 persen. Sedangkan pada 2018 dari target Rp 5,7 miliar tercapai Rp 6,2 miliar dibanding pada 2019 sebanyak 36.511 objek pajak.

Sementara itu, pada 2020 jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) mengalami peningkatan menjadi sebanyak 36.770 objek pajak, sampai tahun pada 2021 semakin meningkat hingga 36,849 objek pajak.

Wawan mengatakan, karena pandemi Covid-19, pembayaran PBB-P2 dapat dilakukan secara tunai atau non tunai melalui ATM, m-banking dan bisa dilakukan melalui e-wallet atau dompet digital seperti dana, OVO dan sebagainya. Pada acara itu, Dokter Aziz pun berkesempatan membayar pajak menggunakan layanan non-tunai di fasilitas yang disediakan. (pra/din/er)

Lainnya