Kasus Covid-19 Anak Naik Drastis selama Juni

Kasus Covid-19 Anak Naik Drastis selama Juni
Anak-anak didampingi orangtuanya sedang bermain-main di Alun-Alun Selatan Jogjakarta, kemarin (25/6).

JOGJA Kasus positif Covid-19 meningkat drastis dalam sepekan ini di Indonesia, termasuk di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Yang membuat khawatir adalah, dari kasus positif itu, cukup banyak yang menyasar anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ Pembajun Setyaningastuti menyebut, anak-anak sangat rentan terpapar Covid-19. Setidaknya, tercatat ribuan anak yang terpapar korona selama 2021 ini dari rentang usia nol sampai 18 tahun di DIJ.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes DIJ, total anak dari umur nol sampai 18 tahun yang sudah terinfeksi Covid-19 mencapai 6.008 anak. Selama 2021 ini kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terjadi pada anak-anak terus meningkat.

“Dari 6.008 kasus ini, rinciannya  1.031 kasus di Januari, 619 kasus pada Februari, 783 kasus pada Maret, 598 kasus pada April dan 926 kasus ditemukan pada bulan Mei,” katanya kepada wartawan kemarin (25/6).

Pada Juni terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 untuk anak-anak. Totalnya ada 2.051 kasus. Pembayun menegaskan, tempat yang aman bagi anak di saat terjadinya lonjakan kasus Covid-19 seperti saat ini adalah di rumah.

“Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yang terakhir bahwa orang tua harus sangat selektif membawa anak keluar dari rumah,” ujarnya.

Pembajun kemudian menyoroti banyak orang tua yang terkesan masih abai terhadap keselamatan anak-anak mereka. Di tempat-tempat umum masih banyak orang yang membawa anak-anak mereka dan tanpa dibekali dengan masker.

Sementara itu, epidemiolog UGM Citra Indriani menyatakan anak-anak sejak awal memang memiliki risiko terinfeksi Covid-19. Meskipun begitu, saat itu pengetahuan tentang virus ini masih belum lengkap. Ditambah lagi virus ini mengalami mutasi sehingga karakternya berubah.

Pada masa awal pandemi, pengetahuan tentang infeksi Covid-19 pada anak masih menunjukkan bahwa gejalanya sedang ke berat. Citra pun mengungkapkan kekhawatirannya  pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas Juli mendatang akan memperparah kasus COVID-19 pada anak-anak.

“Saya kira di daerah dengan transmisi tinggi, sudah tepat untuk menunda kegiatan sekolah tatap muka karena sangat berisiko,” jelas Citra. (kur/laz/din/er)

Lainnya