Masalah Bansos, Warga Bisa Lapor ke Sobatku

Masalah Bansos, Warga Bisa Lapor ke Sobatku
Aplikasi Sobatku sebagai sarana aduan bagi masyarakat terkait dengan bantuan sosial.

Radar Kebumen  Sosialisasi inovasi Sistem Informasi Bantuan Sosial Terpadu Kebumen (Sobatku) telah dilakukan di enam Kecamatan sebagai pilot project. Enam kecamatan itu yakni, Mirit, Alian, Kebumen, Adimulyo, Padureso dan Bulus Pesantren.

Kabid Penanganan Kemiskinan Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPKB Kebumen, Ika Kusuma Siswandari menjelaskan sosialisasi telah dilaksanakan sejak awal Juni lalu. Melihat animo masyarakat yang tinggi, sosialisasi mandiri kemudian di lakukan di beberapa Kecamatan. Seperti Karanggayam, Buayan, Rowokele, Kuwarasan dan Kutowinangun. Dengan peserta terdiri dari kepala desa atau perangkat, operator desa dan kecamatan, agen sembako dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).

Selain menggunakan metode tatap muka, sosialisasi Sobatku juga dilakukan melalui media elektronik melalui dialoh khusus. Selain itu, sosialisasi dilakukan melalui pemasangan baner di 26 Kecamatan dan 11 Kelurahan. Sehingga masyarakat mengetahui dan bisa mengakses data penerima bantuan sosial melalui Sobatku. “Melalui Sobatku, masyarakat bisa menyampaikan pengaduan atau keluhan terkait bansos,” kata Ika kemarin (27/6).

Menurutnya, saat ini sudah banyak keluhan dan aduan dari masyarakat melalui Sobatku.
Sebagian besar, aduan tentang program sembako yang saldonya nol. Ada pula masyarakat yang mengadu bahwa belum mendapatkan bantuan sosial. Namun setelah dicek melalui Sobatku, menggunakan nama dan nomor induk kependudukan (NIK), diketahui yang bersangkutan sudah mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST). “Yang diberikan secara rutin lewat kantor pos,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos PPKB Kebumen Eko Widianto menuturkan Sobatku telah di-launching pada 27 Mei lalu. Aplikasi berbasis website tersebut, bertujuan memfasilitasi masyarakat dalam pencarian data kepesertaan bantuan sosial (bansos). Sebagai bentuk transparansi data yang dapat diakses oleh siapa saja serta upaya perwujudan satu basis data bansos.

Saat ini berbagai program bansos telah disalurkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Mulai Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), Kartu Jateng Sejahtera (KJS) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD). Hanya saja, masih ditemukan permasalahan dan keluhan terkait pelaksanaan program bansos di lapangan.

Melalui Sobatku, diharapkan akan memudahkan masyarakat melakukan cek data secara mandiri. Terkait bantuan yang diterima oleh masyarakat yang sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Sehingga akan lebih transparan serta memudahkan masyarakat bila ada hal-hal yang akan disampaikan pada pemda terkait aduan atau usulan,” kata Eko. (eno/bah/er)

Lainnya