Kota Cerdas Tingkatkan Kualitas

Kota Cerdas Tingkatkan Kualitas
BIMBINGAN: Suasana pembukaan bimbingan teknis penyusunan masterplan smart city di Ruang Arahiwang Setda Purworejo (28/6). (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk mengembangkan program smart city (kota cerdas) nasional. Inovasi smart city diharapkan dapat tercapai tiga hal yakni smart economy (ekonomi cerdas), smart society (masyarakat cerdas), dan smart environment (lingkungan pintar).

”Konsep smart city digunakan pula meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan publiknya, dengan bantuan penggunaan teknologi informasi. Berbagai upaya telah kami lakukan sejak tahun 2017, seperti penyediaan konektivitas siber dan penyediaan Sistem Informasi,” ujar Bupati Purworejo Agus Bastian (28/6).

Bupati telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kominfo Republik Indonesia pada 20 Mei lalu. Kedua pihak berkomitmen mewujudkan smart city di Kabupaten Purworejo. Sebagai tindak lanjut, Pemkab Purworejo melakukan bimbingan teknis secara daring untuk menyusun rencana induk smart city.

Menurutnya, terdapat sejumlah program strategis nasional di area Kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Di antaranya, Yogyakarta International Airport (YIA), pengembangan Kawasan Otoritatif Borobudur, pembangunan Bendungan Bener, dan pengembangan program Bedah Menoreh.

Hal itu menjadi salah satu dorongan untuk segera mewujudkan Kabupaten Purworejo sebagai smart city. “Saya minta bimtek ini dilakukan sungguh-sungguh agar bisa menyusun masterplan smart city yang terbaik dan sesuai dengan kondisi wilayah. Walaupun bimtek ini dilakukan secara online, jangan sampai mengurangi semangat peserta untuk mengikuti bimtek ini,” ujar dia.

Pembimbing bimtek dari Kominfo Yudho Giri Sucahyo mengatakan, gerakan smart city sudah dimulai 2017 dengan 25 kabupaten/kota. Pada 2020 ada 150 kabupaten/kota yang terpilih.

Dia melihat Kabupaten Purworejo masuk dalam kawasan Badan Otorita Borobudur. Untuk itu, pada 2020 Purworejo termasuk 50 kabupaten/kota yang yang diprioritaskan.

”Kami melihat berdasarkan data yang ada. Sebenarnya di Purworejo sudah memulai smart city pada tahun 2020 dan tertuang dalam RPJMD. Ini awal yang baik dan nantinya tinggal kita kembangkan secara luas agar mempunyai manfaat secara ekonomi,” ungkapnya.

Yudho menyebutkan, smart city tidak hanya berkaitan dengan teknologi informasi. Smart city juga terkait inisiatif cerdas dari seluruh organisasi perangkat daerah untuk membuat Kabupaten Purworejo semakin maju dan berkembang dari segi sosial atau ekonomi.

Dia berharap implementasi smart city selaras dengan visi misi Berdaya Saing Tahun 2025. “Gerakan tersebut bertujuan membimbing kabupaten/kota dalam menyusun masterplan smart city agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah,” tandas dia. (han/amd)

Lainnya