Masih Banyak Warga Langgar Prokes

Masih Banyak Warga Langgar Prokes

JOGJA Meski kasus Covid-19 meledak dalam beberapa pekan terakhir, masih banyak masyarakat yang tidak takut terhadap sebarannya. Kebanyakan mereka abai terhadap protokol kesehatan (prokes), antara lain dengan tidak memakai masker di tempat umum.

Fenomena itu setidaknya dari temuan Satpol PP Kota Jogja saat patroli di beberapa titik tempat umum pekan lalu. Kebanyakan yang terjaring pelanggaran tidak mengenakan masker. “Kami hanya berikan peringatan dengan sanksi sosial saja,” kata Kepala Satpol PP Kota Jogja Agus Winarto kemarin (29/6).

Ia menjelaskan beberapa titik yang diinspeksi itu, antara lain, seputar kawasan Tugu Pal Putih dan Titik Nol, Jalan Kenari, KH Ahmad Dahlan, Jalan Dr Sutomo, Jalan Ngampilan, Jalan Sultan Agung, Jalan P. Senopati. Pada malam Sabtu lalu itu, jumlah pelanggaran di seputaran Tugu Pal Putih ada 71 orang.

Kemudian malam Minggu sebanyak 43 orang, dan terakhir pada malam Selasa kemarin terjaring tujuh orang. Sanksi yang diberikan masih sebatas sanksi sosial dan pembinaan, belum memberi sanksi denda kepada para pelanggar. “Kami suruh kerja bakti bareng-bareng membersihkan taman. Semoga bisa memberikan efek jera,” ujarnya.

Menurut Agus, secara keseluruhan angka pelanggaran prokes sudah menunjukkan penurunan drastis. Terlebih sejak adanya kebijakan PPKM skala mikro di Kota Jogja. Selain itu dari hasil pantauannya, sudah sangat berkurang khususnya kaum muda-mudi yang nongkrong semata di tempat-tempat umum.

“Sangat berkurang memang. Apa mungkin karena pemberitaan terkait Covid-19 yang persebaran dan tingkat infeksiusnya cukup tinggi. Sehingga mereka agak mengurangi aktivitas,” tandasnya.

Kebanyakan pelanggaran yang ditemukan tidak memakai masker. Demikian juga jumlahnya tidak sebanyak seperti tahun lalu. Selain itu, pihaknya juga merespons Intruksi Mendagri yang mengubah jam operasional aktivitas usaha sampai pukul 20.00.

Sejauh ini masih ada yang melebihi jam operasional itu. Namun ada yang sebagian besar sudah mematuhi aturan jam buka maksimal hingga pukul 20.00. “Memang masih ada yang melebihi jam operasional, tapi langsung kami minta tutup dan kami pantau terus penerapan prokesnya,” jelasnya.

Razia semacam ini akan terus dilaksanakan secara rutin demi menekan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Jogja. Patroli akan menyasar titik rawan keramaian dan tempat-tempat usaha. “Dari pagi hingga malam ada tim yang bergerak. Tidak hanya bagi warga yang berkegiatan di luar ruang, tetapi kami juga menyasar tempat usaha,” tandas Agus. (wia/laz/er)

Lainnya