Klaim Sudah Lakukan Pengetatan Lebih Dulu

Klaim Sudah Lakukan Pengetatan Lebih Dulu
Bupati dan Wakil Bupati Kebumen lakukan rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Pendopo Bupati pada Kamis (1/7) sore.

Radar Kebumen  Kebumen menjadi salah satu wilayah yang harus melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKMD) mulai 3 Juli-20 Juli mendatang. Hal ini sehubungan dengan semakin meningkatkanya angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di sejumlah daerah.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengklaim sebelum PPKMD diberlakukan, pihaknya telah lebih dahulu menerapkan PPKM dengan sejumlah aturan ketat. Seperti pemberlakuan jam malam yang hanya dibatasi hingga pukul 20.00, penutupan obyek wisata, serta ditutupnya tempat ibadah untuk zona merah dan orange.
Kebijakan tersebut, kata Arif, selaras dengan aturan PPKMD yang diberlakukan di wilayah Jawa-Bali. “Wisata sudah kita tutup, hajatan ditiadakan di zona orang dan merah, tempat ibadah tutup, dan kita juga berlakukan jam malam,” beber Arif usai rapat penanganan Covid-19 di Pendopo Bupati Kamis (1/7) sore.

Saat ini, kata Arif, tidak ada lagi masyarakat yang mengajukan izin untuk membuat kegiatan atau acara yang berpotensi terjadi kerumunan. Semua kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat tersebut, akan diperpanjang sampai PPKMD berlaku. “Kebijakan yang sudah ada akan kita perpanjang sampai PPKM darurat ini dinyatakan selesai,” ungkap Arif.

Meski kebijakan pengetatan yang dilakukan Kebumen hampir selaras dengan kebijakan PPKMD, namun ada beberapa kebijakan yang belum diterapkan. Seperti pembatasan jam operasional supermarket atau swalayan dan pembatasan pengunjung sebanyak 50 persen. Termasuk restoran dan rumah makan yang hanya menerima pesanan delivery atau take away. “Dan akan segera kita berlakukan,” tegasnya.
Nantinya, kata Arif, pihaknya akan segera meniadakan kegitan pentas seni. Proses pembelajaran tatap muka yang sebelumnya sudah diperbolehkan akan kembali dilakukan secara online. Setelah kebijakan tersebut bisa diterapkan, Arif berharap masyarakat bisa disiplin protokol kesehatan (prokes). Tanpa pemberlakuan prokes ketat, kebijakan yang dijalankan bisa sia-sia dilakukan. “Yang belum vaksin, segara vaksin. Jangan takut, jangan ragu,” harap Aruf. (eno/din/er)

Lainnya