Sleman Bobok Gasik, Lampu PJU Dipadamkan

Sleman Bobok Gasik, Lampu PJU Dipadamkan
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo

SLEMAN Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sudah berjalan ini di Kabupaten Sleman selama ini dinilai masih belum optimal. Kerumunan masih dijumpai di beberapa sudut Sleman, terutama saat malam hari.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menginstruksikan pemadaman lampu reklame dan penerangan jalan umum (PJU). Instruksi ini dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan Instruksi Nomor 17/Instr/2021. Tentang pemberlakuan PPKM Darurat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Arip Pramana mengatakan, pemadaman PJU dimulai kemarin malam (6/7). Sekitar pukul 20.00 lampu mulai dipadamkan. Sasarannya di tujuh titik, jalan milik kabupaten. Antara lain, di Jalan Gejayan, Seturan, Babarsari, Tajem, Jalan Kaliurang (Jakal), Kompleks Lapangan Denggung dan sepanjang ruas jalan Monumen Jogja Kembali (Monjali) ke selatan. Selain mencegah kerumunan juga mengurangi mobilitas masyarakat. “Kami sudah set pukul 20.00-21.00 lampu padam,” ujar Arip dihubungi Radar Jogja, kemarin (6/7).

Lalu untuk menekan mobilitas, sejumlah ruas jalan juga akan ditutup dan dilakukan penyekatan. Yaitu, di Jalan Janti, Seturan, Gejayan, dan Jalan Kaliurang. Penyekatan dilakukan mulai pukul 20.00 sampai 05.00. Penyekatan dijaga ketat oleh TNI/Polri hingga dua pekan ke depan (20 Juli). “Mereka juga memakai alat pemadam api,’’ kata Arip.

Instruksi bupati ini berdasarkan inisiatif pemerintah kabupaten dalam menekan angka kasus Covid-19  yang terus melonjak selama sebulan terakhir. Pelaksanaannya layaknya di Malioboro. Nah, masyarakat diimbau untuk tidak keluar rumah di malam hari. Kecuali bila ada keperluan mendesak, berkaitan dengan kesehatan. Misalnya saja hendak ke rumah sakit maupun ke apotek dan sebagainya. Ini diperbolehkan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada sejumlah pemilik reklame yang berada di bawah perijinan Kabupaten Sleman. Mereka (pemilik reklame, Red) diminta untuk mematikan lampu reklame mulai 5 Juli hingga 20 Juli mendatang.

Pemadaman ini, Kustini meminta agar masyarakat tidak khawatir kemungkinan terjadi tindak kejahatan ataupun kecelakaan. Sebab, Pemkab bekerjasama dengan Polres Sleman dan Kodim 0732 Sleman, berkomitmen menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat, selama kebijakan ini diterapkan.

Kustini dengan tegas meminta agar masyarakat taat dan patuh terhadap pelaksanaan PPKM Darurat ini. Di samping disiplin protokol kesehatan (Prokes) juga menekan mobilitas dengan tetap di rumah saja. “Kegiatan yang tak mendesak atau kegiatan sekunder dan tersier ditunda dulu demi tujuan bersama, sesarengan jogo Sleman,” ujarnya.

Kebijakan pemadaman ini mendapatkan apresiasi positif dari sejumlah komunitas di Sleman. Bahkan beberapa diantaranya memberikan jargon Sleman Bobok Lebih Awal. “Jargon ini sangat mengena terutama di kalangan anak muda yang sering menghabiskan malam dengan nongkrong. Agar di rumah saja, istirahat lebih awal,” tandasnya. (mel/din/er)

Lainnya