Ngeyel, Tiga Café Dibubarkan Paksa

Ngeyel, Tiga Café Dibubarkan Paksa
Anggota Polres Sleman bubarkan aktivitas di sebuah cafe di Kebumen yang masih buka di atas jam 20.00, Selasa (6/7) malam.

Radar Kebumen  Sejumlah cafe dan tempat kongkow di Kota Kebumen yang tetap buka melebihi pukul 20.00 dibubarkan paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen, Selasa (6/7) malam. Hal ini dilakukan sebagai respons bijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang membatasi jam operasional café dan lain-lainnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Pemberdayaan Potensi Linmas Satpol PP Kebumen Rokhmat Zuhri menjelaskan, ditemukan tiga cafe di dalam kota Kebumen yang masih beroperasi melebihi pukul 20.00. Pembubaran langsung dilakukan oleh satgas percepatan penanganan Covid-19 Kebumen. Mereka di-backup oleh Polres Kabumen dan Kodim 0709 Kebumen.
Pembubaran yang dilakukanberdasarkan SE Bupati Kebumen Nomor 443/ 1284 tentang PPKM Darurat di Kabupaten Kebumen. Menurutnya, tidak ada kata kompromi. Bagi cafe, warung, toko yang tetap nekat buka melebihi pukul 20.00,  langsung diminta untuk tutup. “Jika tetap keukeuh membuka di luar jam pembatasan, akan kami panggil secara dinas,” jelas Rohkmat.
Salah satu pelaku usaha Lando, 18, mengaku sebenarnya tahu akan aturan tutupnya cafe maksimal pada 20.00 selama PPKM darurat. Namun, pihaknya merasa sungkan untuk mengusir pelanggan yang masih memilih bertahan di cafenya.
Menyuruh pulang pelanggan, kata dia, dirasa tidaklah etis karena seperti mengusir pelanggan. “Tahu kalau dilarang jualan lebih dari jam 20.00. Tapi saya tidak enak mau ngusir. Mereka sudah di sini sejak pukul 19.00,” kata Lando.
Sebelumnya, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menuturkan, waktu buka tempat makan dibatasi hingga 20.00. Selain pembatasan waktu, tempat makan harus melayani delivery atau take a way. Tempat makan yang berada di tempat perbelanjaan maupun di lokasi tertentu, tidak diperbolehkan menyediakan layanan makan di tempat. “Sedangkan untuk swalayan atau supermarket dibatasi jam buka hingga 17.00,” bebernya. (eno/din/er)

Lainnya