Rumah Kosong Jadi Tempat Isolasi di Tiap Dusun

Rumah Kosong Jadi Tempat Isolasi di Tiap Dusun
CONTOH BAIK: Salah satu warga yang terpapar Covid-19 tengah menjalani isolasi mandiri di salah satu pusat isoman tingkat pedukuhan di Desa Desa Bajangrejo, Kecamatan Banyuurip, kemarin. (HENDRI UTOMO/RADAR PURWOREJO)

RADAR PURWOREJO – Upaya Pemdes Desa Bajangrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo dalam menekan laju kasus positif Covid-19 layak dicontoh. Mereka menyediakan tempat untuk isolasi mandiri di setiap pedukuhan.

Warga yang terpapar virus korona (Covid-19) selayaknya mendapat penanganan maksimal. Hal ini mendasari Pemdes Desa Bajangrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, dalam membuat kebijakan. Pemdes memutuskan untuk menyediakan tempat isolasi mandiri (isoman) di tingkat pedukuhan. Setiap pedukuhan menyediakannya.

Kepala Desa Bajangrejo Sunardi mengatakan, penerapan isolasi terpusat tingkat dusun berpijak dari semangat untuk menekan laju penularan Covid-19. Sebab, semua kebutuhan pasien harus dijamin ketika seseorang menjalani isoman.

“Semua disediakan pemerintah desa dan program Jogo Tonggo dengan swadaya masyarakat,” ucapnya, kemarin (7/7).

Dijelaskan, Desa Bajangrejo terdiri lima pedukuhan. Kini di setiap pedukuhan sudah tersedia tempat isolasi terpusat dengan kapasitas rata-rata empat orang.
Lokasi isolasi terpusat memanfaatkan rumah kosong yang layak huni.

“Kebetulan setiap dusun ada rumah kosong. Kami minta izin pemilik untuk dijadikan tempat isolasi terpusat,” jelasnya.

Kebutuhan konsumsi warga yang menjalai isoman dipasok melalui program Jogo Tonggo. Banyak warga yang empati dan antusias membantu.

Kepala dusun dan ketua RT selalu siap menangani jika ada permasalahan. “Obat dan vitamin dari puskesmas melalui bidan desa,” katanya.

Bajangrejo menerapkan teknis penanganan saat ada warga yang terpapar. Informasi dari puskesmas melalui bidan desa terkait adanya warga yang positif Covid-19 langsung diteruskan pemdes ke keluarga dan warga.

“Kami akan langsung sosialisasi melalui Kadus dan ketua RT, yang pertama kepada keluarga. Juga warga yang lain jika ada salah seorang warga yang positif,” katanya.

Sekretaris Desa Bajangrejo Sigit Haryanto menambahkan, dari lima pedukuhan hanya ada dua dusun yang warganya terpapar Covid-19. Yakni, Dusun Semayaan dan Dusun Kepeksari.

Di Dusun Semayaan ada enam orang yang terpapar. “Satu orang tinggal sendiri sehingga isolasi di rumahnya sendiri. Kemudian ada dua ibu dan anak, juga di rumahnya sendiri. Tiga di tempat isolasi terpusat karena mereka tinggal dengan suami dan punya anak yang tidak terpapar,” ucapnya.

Sedangkan di Dusun Kepeksari terdapat lima orang yang terpapar Covid-19. Empat orang di antaranya merupakn satu keluarga sehingga mereka menempati rumah sendiri untuk isoman.

”Yang satu orang di tempat isolasi terpusat,” tambahnya.

Menurutnya, pengadaan tempat isolasi terpusat setiap dusun merupakan inisiatif dari pemdes. ”Kami menginginkan warga terpapar ditarik dari keluarga agar tidak menularkan kepada keluarga yang lain,” ujarnya.

Endah, 39, warga terpapar, mengaku nyaman tinggal di tempat isolasi terpusat. Dia tidak ingin suami dan tiga anaknya tertular.

Dia menjalani isolasi bersama dua temannya yang juga merupakan ibu rumah tangga. “Isolasi sejak 29 Juni 2021. Sebelum terpapar saya merawat salah seorang kerabat di rumah sakit. Kebutuhan makan selama isoman dipenuhi tetangga. Obat-obatan dan vitamin dari puskesmas. Sampai saat ini semua tercukupi,” ungkapnya. (tom/amd)

Lainnya