Bendara Merah Putih, Tanda sedang Isoman

Bendara Merah Putih, Tanda sedang Isoman
Warga Desa Jeruk Agung, Klirong memasang bendera merah-putih di halaman rumah sebagai tanda sedang isoman.

Radar Kebumen  Sebagai tanda sedang isolasi mandiri (isoman), warga Desa Jeruk Agung, Klirong memasang bendera merah-putih. Bendera dipasang menggunakan tiang bambu dan diletakkan tepat di depan rumah.

Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman menjelaskan, penanda warga isoman selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di desa tersebut cukuplah unik. Pemasangan bendera selain sebagai tanda pemilik rumah sedang isoman, juga memiliki filosofi semangat nasionalisme dan bela NKRI. “Yakni kompak putus persebaran Covid-19,” beber Tugiman kemarin (8/6).
Menurut informasi yang didapatkan dari Polsek Klirong, kasus positif Covid-19 di Desa Jeruk Agung lumayan banyak. Dengan pemasangan bendera itu, diharapkan warga akan lebih peduli terhadap tetangga yang sedang menjalani isoman. Bentuk peduli bisa berupa mengirimkan makanan, memberikan semangat serta tidak mengucilkan.
Selain itu, warga diharapkan akan lebih waspada. Dengan tetap menjaga jarak dan memperketat melakukan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan tersebut. “Dari PPKM darurat, desa setempat juga mengimbau kepada warga yang menjalani isolasi mandiri untuk tidak bepergian,” harapnya.
Penanda warga yang sedang isoman, kata Tugiman, juga dilakukan di Desa Ambalresmi, Ambal. Namun di Desa ini penanda warga isoman menggunakan stiker yang ditempel di rumah. Stiker bertuliskan “Dalam Pengawasan Isolasi Mandiri” berwarna orange itu, dicantumkan tanggal mulainya isoman. “Sebagai pengingat agar pemilik rumah menjaga lingkungan sekitar dengab tidak ke mana-mana,” tutur Tugiman.

Tugiman menekankan, agar warga yang sedang menjalani isoman diberikan semangat. Bukan malah dikucilkan. Dengan adanya stiker yang tertempel, masyarakat bisa waspada dengan sebaran virus dan menjaga jarak.
Warga sekitar, juga diminta turut mengawasi pasien positif Covid-19 yang sedang melakukan isoman. Jika yang bersangkutan terbukti ke luar rumah ketika waktu isoman belum selesai, warga bisa melaporkan ke satgas penanganan Covid-19 setempat. “Untuk mengamankan yang bersangkutan,” tegasnya. (eno/din/er)

Lainnya