Dicekoki Miras, Anak Bawah Umur Dicabuli

Dicekoki Miras, Anak Bawah Umur Dicabuli
Ketiga tersangka pencabulan anak dibawah umur saat dikeler di Mapolres Gunungkidul kemarin (8/7).

GUNUNGKIDUL Tiga pria warga Kapanewon Ponjong harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena diduga kuat melakukan pencabulan. Korbannya seorang anak di bawah umur berinisial L,17, warga setempat. L dicekoki minuman keras dan diperkosa.

Peristiwa itu bermula saat tersangka TN,22, yang merupakan pacar L mengajak bertemu di pemancingan wilayah Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong. Di lokasi keduanya bertemu dengan tersangka lain masing-masing berinisial MLP,22, dan WMW,27.

L dipaksa mengonsumsi miras jenis ciu yang sudah dipersiapkan para pelaku. Hari beranjak malam, korban dan para pelaku kemudian mampir ke sebuah rumah milik kerabat WMW dan membakar ikan hasil pancingan.

Setelahnya tersangka TN mebawa korban bersama dua pelaku lainnya berhenti di gubuk. TN mengajak korban ke kebun, dan melakukan hubungan layaknya suami istri. Kemudian korban pamit pergi dengan alasan membeli bensin. Disaat itulah, kedua pelaku melakukan pemerkosaan.

Kapolsek Ponjong AKBP Sudono megatakan, kasus tersebut mulai terbongkar pada saat tersangka TN mengantar pulang korban sehari setelah kejadian, yakni 26 Juni 2021 dini hari. Keduanya sempat diintrogasi warga kemudian dibawa ke Mapolsek Ponjong.

“Sebelumnya, keluarga (korban) sudah melaporkan L yang belum pulang sampai malam hari. Setelah TN diamankan, polisi kemudian mengamankan MLP dan WMW di rumahnya masing-masing,” kata Sudono kemarin (8/7).

Semetara itu, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, tersangka ditahan di mapolres. Mereka diancam pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dari tangan pelaku diamankan sepeda motor, dan pakaian sebagai barang buktii.  “Termasuk barang bukti pakaian,” kata Suryanto.

Para pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (1) jo pasak 76 D sub pasal 81 ayat (2) sub pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E UURI No. 17 tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti UURI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan ankan dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara, dan paling lama 15 tahun penjara. (gun/din/er)

Lainnya