Kebijakan PPKM Darurat Merata

Kebijakan PPKM Darurat Merata
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memastikan pemberlakuan PPKM darurat, tidak ada lagi istilah zona hijau dan orange. Semua merah.

Radar Kebumen  Pembatasan aktivitas masyarakat secara ketat selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat diterapkan secara merata. Hal ini juga berlaku di zona hijau yang sebelumnya memiliki beberapa kelonggaran kebijakan.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan dengan pemberlakuan PPKM darurat, secara otomatis tidak ada lagi istilah zona hijau dan orange. Semua disamakan menjadi zona merah. Kebijakan tersebut berlaku di semua wilayah Kebumen.

Pembatasan aktivitas masyarakat saat ini jauh lebih ketat dari pada sebelumnya. Mengingat masih tingginya angka kasus positif Covid-19 di Kebumen. “Semua kami samakan merah. Karena kebijakan PPKM ini masuk di semua wilayah yang ada di Kebumen,” kata Arif kemarin (8/7).
Jika sebelumnya ada kelonggaran seperti diperbolehkannya hajatan pernikahan dan adanya pentas seni di zona hijau, Arif menegaskan saat ini hal tersebut tidak diperbolehkan. Masyarakat, tidak lagi diperbolehkan menggelar kegiatan yang bisa menyebabkan kerumunan. Misalnya seperti gelaran hajatan nikah, pentas seni, semua perizinan terkait hal itu dilarang. “Jadi gelar hajatan di zona hijau sekarang pun kami larang. Kalau ijab boleh, tapi kalau hajatan periizinannya kami larang,” ungkapnya.
Bupati meminta, agar semua masyarakat bisa memahami dan mematuhi semua aturan yang telah dibuat dalam PPKM darurat ini. Ia menyatakan, PPKM darurat adalah kebijakan nasional. Yakni semua daerah khususnya Jawa-Bali harus mengikuti aturan di atasnya. “Saya tahu masyarakat pasti tidak nyaman dengan pembatasan ini. Tapi percayalah ini demi kebaikan bersama,” katanya. (eno/din/er)

Lainnya