Klaster Keluarga Justru Meningkat

Klaster Keluarga Justru Meningkat
Tingginya klaster keluarga di beberapa tempat, karena membiarkan anak maupun anggota keluarga keluar atau bermain tanpa protokol kesehatan (prokes) yang memadai.

RADAR KEBUMEN Genap satu minggu pada Sabtu (10/7) pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat diberlakukan. Di Kebumen angka positif baru, terkonfirmasi sembuh, meninggal dan desa dengan zona merah masih fluktuatif.

Melalui rilis harian Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen, Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto menjelaskan, jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, rata-rata penambahan kasus baru di Kebumen meningkat. Dari sebelumnya 143 kasus baru, menjadi 148 kasus baru per hari. Meskipun di awal pekan PPKM darurat sempat terjadi terjadi penurunan kasus terkonfirmasi baru, namun hingga pertengahan pekan naik menjadi 210 kasus per hari. “Dan berangsur turun hingga akhir pekan,” jelas Cokro kemarin (11/7).

Saat kasus harian naik, lanjut Cokro, Desa dengan zona merah semakin menurun. Hal ini menarik, karena menunjukkan transmisi penularan penyakit terjadi dalam satu rumah atau lingkungan keluarga. Biasanya, dimulai dari salah satu anggota yang sudah tertular di luar dan menularkan lagi dalam keluarga. “Inilah yang disebut dengan klaster keluarga,” ungkap kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kebumen tersebut.
Menurut Cokro, tingginya klaster keluarga di beberapa tempat, karena membiarkan anak maupun anggota keluarga keluar atau bermain tanpa protokol kesehatan (prokes) yang memadai. Dalam PPKM darurat ini, dipandang perlu penegakan disiplin penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak dilakukan oleh aparat  dari rumah ke rumah.

Sementara itu, rata-rata kasus sembuh meningkat tajam dari 110 menjadi 180 per hari. Hal ini mencerminkan keberhasilan pengobatan sebagai buah kerja sama antara masyarakat, pasien dan tenaga kesehatan. Sedangkan tingkat rata-rata kasus meninggal meningkat dari 5 menjadi 11 orang per hari pekan ini. Meningkatnya kasus kematian Covid-19 harian selama sepekan, dikarenakan pasien yang diketemukan atau dirawat dalam risiko berat. “Serta adanya penyakit kronis penyerta yang diderita pasien,” beber Cokro.

Dengan dua fakta tersebut, Cokro meminta agar masyarakat belajar lebih sadar untuk memeriksakan diri sejak dini. Terlebih saat gejala awal muncul. Jangan sampai, masyarakat membiarkan gejala terus munvul dan hanya menunggu pemeriksaan petugas saar ditetapkan sebagai kontak erat. Karena dalam dua pekan terakhir kasus meninggal dunia mengalami kenaikan, Cokro juga mengedepankan kebijakan isolasi terpusat bagi masyarakat positif. Hal ini dilakukan agar kondisi pasien lebih terpantau dibandingkan saat isolasi mandiri di rumah.

Hingga Sabtu (10/7), kasus aktif di Kebumen mencapai 1.288. Dengan tambahan kasus baru di hari yang sama sebanyak 146, total kasus sembyh 139 dan dua orang meninggal dunia. Sementara desa dengan zona merah ada 51 dan 101 desa lainnya berzona orange. “Secara keseluruhan, kasus terkonfirmasi  Covid-19 di Kabupaten Kebumen tercatat 11.962. Sedangkan tingkat keterpakaian tempat tidur rumah sakit untuk Covid-19 saat ini sebesar 78,33 persen,” rincinya. (eno/din/er)

Lainnya