Hanya Diingatkan dan Diberi Masker

Hanya Diingatkan dan Diberi Masker
Sejumlah anggota kepolisian memberikan edukasi kepada pengunjung di tempat kuliner pagi kawasan Pasar Mertokondo Kebumen kemarin (12/7).

Radar Kebumen  Meskipun upaya pencegahan penyebaran virus korona dilakukan dengan membatasi mobilitas masyarakat, namun masih ditemukan warga yang abai protokol kesehatan (prokes). Seperti yang ditemui di tempat kuliner pagi kawasan Pasar Mertokondo Kebumen kemarin (12/7).
Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman menjelaskan, pihaknya masih menemukan warga yang tidak patuh mengenakan masker. Hal ini diketahui saat pihaknya melakukan Operasi Yustisi atau pendisiplinan Prokes 5M. Tidak menjatuhkan denda maupun hukuman lain, warga yang abai hanya diingatkan oleh petugas. “Kemudian kami bagikan masker,” beber Tugiman.
Tugiman menekankan, penggunaan masker menjadi penting karena dapat menahan droplet yang dapat menularkam virus dari satu orang ke orang lainnya. Melalui operasi yustisi, pihaknya juga mengimbau warga agar disiplin prokes. Mengingat kasus Covid-19 di Kebumen yang masih tinggi. “Mari kita jaga kesehatan, melalui diri kita sendiri dengan patuh Prokes,” pesannya.
Terlebih di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, kesadaran masyarakat agar tetap patuh prokes diperlukan. Hal ini hanya akan sia-sia saat masyarakat abai prokes. Sementara ada upaya penyekatan di sejumlah titik menuju kota untuk mengurangi mobilitas masyarakat. “Baiknya tetap di rumah saja. Kurangi mobilitas. Prokes jangan sampai kendor,” tuturnya.
Dari pengamatan di sepanjang jalan Kebumen, masyarakat Kebumen tidak hanya abai prokes saat di tempat tertentu. Saat berkendara di jalan raya, masih banyak masyarakat yang hanya menggunakan masker di dagu. Tidak jarang pula, masyarakat juga hanya menggantungkan masker atau bahkan tidak memakainya sama sekali.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen Budi Satrio membenarkan jika saat ini, masih banyak masyarakat yang abai prokes. Tidak patuhnya masyarakat ini, adalah perilaku yang harus diubah. “Kita benahi perilaku masyarakat agar kasus bisa turun,” harap Budi.
Budi menuturkan, capaian penerapan prokes yang dilakukan dengan baik atau tidak, memang tidak bisa diukur. Seperti halnya dengan pemakaian masker. “Namun juga bisa dihitung melalui 100 orang yang ditemui di jalan, berapa orang yang tidak memakai masker. Capaian pencegahan prokes kita masih kurang,” katanya. (eno/din/er)

Lainnya