Kecamatan Kebumen Capaian Kasus Tertinggi

Kecamatan Kebumen Capaian Kasus Tertinggi
Polres Kebumen melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah titik di Kota Kebumen beberapa waktu lalu. Kegiatan ini dilakukan secara rutin.

Radar Kebumen  Berdasarkan data, sebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Kebumen menunjukkan, Kecamatan Kebumen memiliki angka kasus positif Covid-19 tertinggi, yakni sebanyak 235 orang kemarin (15/7). Dengan 177 isolasi mandiri, dan 58 sedang dirawat. Posisi kedua adalah Kecamatan Gombong, memiliki 93 kasus dengan 21 isolasi mandiri dan 72 lainnya dirawat. Sedangkan kasus terendah ada di wilayah Karangsambung dengan 5 kasus positif Covid-19.
Plt Camat Kebumen Wahib Tamam menuturkan saat ini ada 11 Desa di Kecamatan Kebumen yang telah memiliki tempat isolasi mandiri terpusat. Hanya saja, belum seluruhnya berfungsi secara maksimal. Sedangkan untuk isolasi terpusat di tingkat kecamatan, lima orang yang terkonfirmasi positif dan tengah melaksanakan isolasi terpusat di Gedung UPT Paru. Dua orang berasal dari Bumirejo, Kebumen, Selang, dan Kutosari. “Kapasitas ada 26 tempat tidur pada dua gedung, dan sudah termanfaatkan sejak 23 Juni lalu,” beber Wahib.
Ketua Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bumirejo Handas Prabuda mengaku, mikro zonasi tingkat desa Covid-19 Kabupaten Kebumen, Bumirejo menduduki posisi keenam berzona merah. Dengan total terkonfirmasi positif ada 15 orang, 8 di antaranya dirawat dan 7 lainnya isolasi mandiri. Saat ini, pihaknya masih mengoptimalkan fungsi RT dan RW dalam 3T. Dibantu Babinsa dan Babinkantibmas.
Ketika muncul kasus Covid-19 di satu wilayah RT, maka kelurahan bersama RT dan RW setempat akan menginstruksikan keluarga untuk karantina mandiri. Dan membantu ketersediaan logistik yang bersifat kering. Sementara, ketersediaan kebutuhan lauk pauk basah harian seperti sayur, akan disuplai oleh warga sekitar melalui Dasawisma RT/PKK. “Diorganisasi oleh kader kesehatan FKK,” jelas Wakil Satgas Covid-19 Bumirejo.
Sosialisasi terkait taat protokol kesehatan, masih terus dilakukan oleh Satgas. Mengingat persebaran kasus semakin tinggi. Selain itu, penyemprotan disinfektan juga tetap dilakukan ketika saat ada kasus terkonfirmasi positif. “Sosialisasi juga dilakukan melalui grup WhatsApp tingkat RT, RW serta kader,” beber Handas. (eno/din/er)

Lainnya