Penyekatan hingga Gombong Batal

Penyekatan hingga Gombong Batal

Radar Kebumen  Rencana penyekatan jalan yang akan diperluas ke wilayah Gombong, batal dilaksanakan. Hal ini lantaran masih adanya jalur yang diperbaiki dan tidak dimungkinkan untuk pengalihan kendaraan.

Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Sugiyanto menjelaskan, selain adanya perbaikan jalur untuk pengalihan kendaraan, penyekatan di wilayah Gombong dirasa belum perlu. Karena dari hasil monitoring, menunjukkan Kecamatan Kebumen yang memiliki kasus positif Covid-19 tertinggi.

Oleh karena itu, penyekatan yang sebelumnya hanya ada di enam titik ditambah menjadi sembilan titik. Yakni di Simpang Tiga Pejagoan, Simpang Tiga Jalan Kenanga, Simpang Empat Mertokondo, Simpang Tiga Masjid Tolibin, Simpang Tiga Jalan Cemara, Simpang Empat Stadion, Simpang Empat PDAM, Simpang Tiga Jalan Pemuda (depan Bakso Aan), dan Simpang Tiga Tigaban. “Untuk mengurangi mobilitas yang ada di Kebumen, ditutup dari pukul 07.00 sampai pukul 24.00,” jelas Sugiyanto kemarin (15/7).

Dalam penyekatan ini, lanjut Sugiyanto, personel yang diterjunkan mencapai 126 orang. Yang terdiri dari 18 orang personel TNI, 54 personel Polri, Dishub 36 orang, dan 18 orang dari Satpo-PP. “Personel bertugas di sembilan titik diagi menjadi dua shift,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu karyawan perusahaan makanan dan minuman Rina Setyaningrum mengaku sedikit terkendala saat adanya penyekatan jalan. Hal ini lantaran proses pendistribusian barang ke konsumen menjadi lebih lama karena harus mengambil jalan yang lebih jauh. “Berdampak juga pada jumlah pengiriman barang. Karena saat ini mobilitas masyarakat sangat dibatasi,” beber Rina.

Rina mengaku, sempat tidak bisa melewati wilayah Kebumen saat akan mengantarkan barang ke Purworejo. Terlebih saat itu hari Minggu, bertepatan dengan Gerakan Kebumen di Rumah Saja. Mengetahui penyekatan dilakukan hampir 24 jam, Rina kemudian memutuskan untuk kembali ke Kebumen keesokan harinya. “Karena petugas sempat bilang akan sulit masuk wilayah Kebumen jika bukan warga setempat,” kata Rina yang saat ini menjadi penghuni kos di wilayah Bumirejo, Kebumen. (eno/din/er)

Lainnya