Bagikan 1.000 Porsi Soto untuk Warga Isoman

Bagikan 1.000 Porsi Soto untuk Warga Isoman
Relawan menyiapkan makanan soto untuk diberikan kepada warga yang tengah menjalankan isolasi mandiri (isoman) karena Covid-19, di Soto Dasinem, Trimulyo, Sleman, Jogjakarta, Jumat (16/7).

SLEMAN Semangat gotong-royong adalah salah satu kekuatan yang dimiliki masyarakat Indonesia. Termasuk di Jogjakarta. Kekuatan itu semakin tampak ketik Pandemi Covid-19 masih belum juga reda.

Semangat untuk menolong sesama itu salah satunya ditunjukkan oleh warga Pogung Dalangan, Kapanewon Mlati, Sleman, Ahmad Mujahidin (42). Ia berinisiatif membagikan soto gratis bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Kegiatan itu sudah dilakukan sejak Kamis (15/7) lalu, dan berlangsung selama lima hari. Setiap harinya, sosok yang akrab disapa Didin itu membagikan 200 porsi kepada warga yang menjalani isolasi mandiri. Terutama warga yang tinggal di Kepanewon Sleman. “Setiap hari 200 porsi. Tapi di praktiknya ternyata lebih, targetnya 1.000 soto dalam lima hari” ujarnya.

Didin menjelaskan latar belakang mengapa ia melakukan kegiatan bagi-bagi soto tersebut. Menurut dia, belakangan kasus positif Covid-19 di Jogjakarta meningkat drastis. Warga yang tertular dan harus menjalani isolasi mandiri juga kian banyak.

Mereka butuh bantuan, paling tidak soto yang diberikan bisa sedikit membantu mereka yang isoman dalam hal konsumsi.”Kami juga turut prihatin dengan adanya PPKM ini jadi kami penginnya membantu sedikit untuk mereka yang isoman,” tambahnya.

Didin mengaku tidak sendirian dalam melakukan kegiatan bagi-bagi soto ini. Ia dibantu beberapa orang dalam menyiapkan soto tersebut di warung miliknya yang bernama  Soto Kwali Dasinem. Warung itu terletak di Jalan Turi-Sleman KM 2, Jogokerten, Trimulyo, Sleman. “Selain itu ada juga bantuan dari teman-teman pengusaha yang lain,” tandasnya.

Sementara itu, koordinator kegiatan bagi-bagi soto itu, Imam Suharyono menyatakan respons masyarakat yang menjalani isolasi mandiri sangat positif. Menurut dia, mereka memang sangat membutuhkan bantuan lantaran mereka juga tidak bisa bekerja karena harus menjalani isolasi.

Lebih lanjut, Imam berharap kegiatan ini bisa dilakukan di lain waktu. Ia juga berharap kegiatan serupa bisa dilakukan oleh para pengusaha yang lain. (kur/din/er)

Lainnya