Ternyata Dibunuh Ibu Kandung

Ternyata Dibunuh Ibu Kandung
DN, warga Kuwarisan, Kutowinangun pelaku tersangka pembunuhan dan pembuangan bayi dihadirkan di Mapolres Kebumen kemarin (18/7).

Radar Kebumen  Geger kasus penemuan mayat bayi perempuan di saluran irigasi Desa Lajer, Ambal pada 17 Mei lalu menemukan titik terang. Ternyata bayi tersebut sengaja dibunuh oleh ibu kandungnya lantaran hasil hubungan gelap.
Wakapolres Kebumen Kompol Edi Wibowo menjelaskan ibu, dari bayi malang tersebut adakah DN, 23, warga Desa Kuwarisan, Kutowinangun. Bayi perempuan yang dibuang adalah hasil hubungan gelap DN dengan rekan kerjanya di sebuah rumah sakit swasta. Pria berinisial SM, 30, adalah warga Desa Kebulusan, Pejagoan.
Menurut Edi, tersangka telah merencanakan membunuh bayi saat masih dalam kandungan. SM, sempat menyuruh DN untuk menggugurkan kandungan dengan meminun obat peluntur janin. Namun, janin tersebut tetap berkembang dan sempat dilahirkan dalam keadaan hidup. “Setelah lahir, karena ibunya tidak menghendaki, bayi dibunuh sesaat dilahirkan,” beber Edi kemarin (18/7).
Edi menuturkan, bayi dibunuh dengan cara disumpal kertas. Selama kurang lebih 15 menit, bayi tidak bernafas. Kemudian bayi dimasukkan ke dalam tas kresek lalu dibuang ke saluran irigasi di utara rumahnya. Kepada polisi, DN mengaku telah beberapa kali melakukan hubungan badan dengan SM yang ternyata sudah berkeluarga.
Namun alasan lain mengapa DN ingin membunuh bayinya adalah karena ia akan menikah dengan pria lain dalam waktu dekat. Ia takut kepada calon suaminya jika menikah sudah dalam keadaan hamil. “Saya menyesal pak. Sangat menyesal,” ucap DN.
Diketahui, tersangka DN berhasil diamankan saat berada di rumahnya pada Rabu (16/6). Sedangkan, SM diamankan pada hari berikutnya. Atas perbuatannya, DN dijerat dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak Subs Pasal 342 KUH Pidana dengan Pidana penjara paling lama 15 tahun denda paling banyak Rp 3 Miliar.

Sedangkan SM, dijerat dengan Pasal 194 Jo Pasal 75 Ayat (2) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 53 Ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman kurungan paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 Miliar. (eno/din/er)

Lainnya