Diawasi Satgas dan Petugas Keamanan

Diawasi Satgas dan Petugas Keamanan
Bupati usai menggelar istighosah dan selawat nariyah secara daring bersama para alim ulama di Pendopo Kabupaten Kebumen, Minggu (18/7/2021).

Radar Kebumen  Minggu (18/7) saat menggelar istighosah dan selawat nariyah secara daring bersama para alim ulama di Pendopo Kabupaten Kebumen,Bupati Kebumen Arif Sugiyanto diminta untuk tidak melaksanakan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 H. Begitu pula dengan salat Idul Adha, masyarakat dihimbau untuk melaksanakannya di rumah.

Takbir malam Idul Adha hanya boleh dilakukan oleh pengurus masjid. Masyarakat, dilarang untuk melakukan takbir keliling yamg bisa memicu timbulnya kerumunan. Larangan serupa juga berlaku pada pelaksanaan salat Idul Adha secara berjamaah di masjid.

Nah, meskipun sudah ada imbauan untuk melaksanakan Salat Idul Adha di rumah, masih ada masjid yang akan menggelar salat berjamaah. Sekitar tujuh tempat ibadah di Kalurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen tetap akan melaksanakan salat Idul Adha berjamaah hari ini (20/7).

Nantinya, pelaksanaan salat akan diawasi oleh satgas Covid-19 dan petugas keamanan untuk memastikan masyarakat patuh protokol kesehatan (prokes).
Ketua Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bumirejo Handas Prabuda menjelaskan, sebelumnya imbauan terkait pelaksanaan Salat Idul Adha di rumah masing-masing telah dilakukan. Baik secara tertulis maupun lisan dalam musyawarah bersama takmir dan panitia penyembelihan hewan kurban. Hanya saja, masih ada beberapa tempat ibadah yang tetap berkeingunan melaksanakan salat berjamaah. “Ada tujuh masjid atau musola,” beber Handas kemarin (19/7).
Tempat ibadah yang tetap melaksanakan salat berjamaah, syaratnya harus mematuhi prokes ketat. Selain itu, warga yang datang berjamaah harus menyesuaikan tempat, berjarak, dan tidak boleh berdesak-desakan. Jika terjadi kerumunan dan tidak mematuhi prokes seperti pemakaian masker, warga akan diminta untuk pulang dan melakukan salat di rumah.
Sementara untuk penyembelihan hewan kurban setelah salat, akan dilakukan sesuai prokes. Ketentuan penyembelihan di Bumirejo, adalah panitia kurban dalam kondisi sehat dan asli warga setempat. Jumlah panitia tahun ini dibatasi dan lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. “Area pemotongan harus bebas dari orang yang tidak berkepentingan, hanya panitia saja. Kalau perlu dilakukan penutupan akses jalan sekitar lokasi pemotongan,” tegas Handas.
Jika hewan yang disembelih lebih dari satu ekor, tambah Handas, proses penanganan antar tim harus terpisah. Setiap panitia, sangat dianjurkan memakai masker ganda dan sarung tangan karet. Saat pendistribusian, akan dilakukan door to door ke rumah warga. Sehingga tidak akan terjadi antrean masyarakat di tempat penyembelihan kurban. Diimbau pula, penyembelihan tidak dilakukan dalam satu hari. Melainkan dilaksanakan selama tiga hari yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijah. “Informasi terakhir ada tujuh lokasi penyembelihan di Bumirejo,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Panjer Misbah Chulmunir mengaku, belum ada informasi terkait masjid yang akan melaksanakan salat Idul Adha berjamaah. Sebab, pihaknya telah mensosialisasikan SE Menag No 17/ 2021 kepada seluruh takmir atau imam masjid maupun musola pada Jumat (16/7) lalu. Isinya tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran, salat Idul Adha, dan petunjuk teknis pelaksanaan kurban tahun 1442 H/2021 M di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. “Mereka mendapat edukasi langsung dari Kemenag Kabupaten Kebumen dan tim satgas Kecamatan Kebumen,” tutur Misbah.
Sementara untuk pendistribusian daging kurban, akan dilakukan oleh panitia. Nantinya, akan diantarkan langsung ke rumah warga yang telah didata panitia. Tentunya, pelaksanaan penyembelihan juga akan menerapkan prokes ketat. Guna meminimalisasi adanya penyebaran virus korona. (eno/din/er)

Lainnya