Menjaga Diri dari Penyakit Itu Wajib

Menjaga Diri dari Penyakit Itu Wajib
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama keluarga melaksanakan Salat Idul Adha di Rumah Dinas Bupati Kebumen kemarin (20/7).

Radar Kebumen  Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjalankan Salat Idul Adha di Rumah Dinas Bupati Kebumen bersama keluarganya kemarin (20/7). Sedangkan untuk meminimalisasi adanya kerumunan, Arif menyerahkan 10 hewan kurban di 10 titik.
Sesuai anjuran pemerintah pusat, Arif mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Yakni dengan menjaga jarak dan menggunakan masker. Tahun ini memang diimbau untuk dilaksanakan di rumah karena masih masa pandemi Covid-19 dan masih pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. “Memang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun tetap khusyuk,” kata Arif.
Pelaksanaan salat di rumah, lanjut Arif, masyarakat telah diimbau untuk tidak menjalankan ibadah salat di lapangan atau masjid. Mengingat masih di masa pandemi, dan Salat Idul Adha yang hukumnya sunnah. Menurutnya, salat berjamaah di masjid atau lapangan itu hukumnya sunnah. Sementara menjaga diri dari penyakit atau wabah itu wajib. “Jadi tentunya dengan salat Idul Adha di rumah, kita ingin menjalankan sesuatu yang wajib, menjaga diri agar tidak terkena wabah,” tegas Arif.
Terkait penyembelihan kurban, Arif mengaku telah berkurban 10 sapi. Hewan-hewan itu disebar ke 10 titik yakni di masjid, pondok pesantren, rumah tahanan, dan ke masyarakat. Nantinya, penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan selama tiga hari. Hal ini dilakukan agar meminimalisasi terjadinya kerumunan. Masyarakat juga diminta agar tidak berkumpul. Pemotongan dilakukan oleh petugas dan dagingnya dibagikan panitia ke rumah-rumah warga.
Arif memastikan, hewan kurban yang terdistribusi tersebut terbebas dari penyakit, atau dalam kondisi sehat. Saat ditanya soal sumber anggaran, Arif mengaku hewan kurban yang dibelinya murni dari dana pribadi. “Tidak ada anggaran dari pemerintahan,” tuturnya.
Sapi yang dibeli, adalah dari masyarakat Kebumen. Tentunya, seluruhnya sudah memiliki surat sehat dari dinas terkait. Pendistribuannya tidak dibagikan dengan menggundang banyak orang. “Biar panitia yang mengantar daging ke rumah-rumah warga, dan tetap menjalankan prokes,” jelasnya. (eno/din/er)

Lainnya