Batasi Penumpang dengan Syarat Khusus

Batasi Penumpang dengan Syarat Khusus
Suasana Stasiun Kebumen yang sepi dari penumpang saat penerapan kebijakan PPKM, beberapa waktu lalu.

Radar Kebumen  Masa libur Idul Adha mulai 20-25 Juli, kereta api (KA) jarak jauh hanya melayani pelaku perjalanan tertentu. Yakni masyarakat yang bekerja di sektor esensial, kritikal dan yang memiliki kepentingan mendesak.

Vice President Daop 5 Purwokerto Joko Widagdo menjelaskan bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan Industri orientasi ekspor. Sementara sektor kritikal, adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.
Calon penumpang, kata Joko, juga harus menunjukkan syarat yang sudah ditetapkan. Yaitu surat tanda registrasi pekerja, surat ketetangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat, atau surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinam perusahaan. “Atau pejabat minimal eselon II (untuk pemerintahan) dan berstempel basah atau tanda tangan elekstronik,” ungkap Joko kemarin (22/7).
Sedangkan yang dimaksud dengan kepentingan mendesak, lanjut Joko, adalah pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.
Pelanggan dengan kepentingan mendesak, juha harus menunjukkan surat keterangan perjalanan. Antara lain surat rujukan dari rumah sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat, surat keterangan kematian atau surat keterangan lainnya. “Pembatasan KA jarak jauh hanya digunakan oleh masyarakat tertentu mengacu pada SE Kemenhub No 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19,” ujar Joko.
Setiap pelanggan KA jarak jauh, tegas Joko, diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam. Atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Joko menambahkan, pada masa libur Idul Adha, perjalanan KA jarak jauh hanya diperbolehkan untuk pelanggan dengan usia di atas 18 tahun. “Setiap pelanggan harus dalam kondisi sehat, serta memakai masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut,” ungkapnya. (eno/din/er)

Lainnya