NPC DIJ Targetkan 15 Emas di Peparnas

NPC DIJ Targetkan 15 Emas di Peparnas
Ketua Umum NPC DIJ Hariyanto

JOGJA  Jelang menghadapi Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI Papua, National Paralympic Committee (NPC) DIJ menerapkan promosi degradasi atlet program pemusatan latihan daerah (Puslatda). Itu dilakukan untuk mewujudkan capaian target 15 medali emas di multievent empat tahunan itu.

Ketua Umum NPC DIJ Hariyanto menjelaskan, promosi degradasi atlet Puslatda Peparnas merupakan hasil evaluasi latihan yang sudah dijalankan sampai saat ini. Berdasarkan rapat evaluasi pekan lalu, terdapat empat paralympian yang terdegradasi dan digantikan atlet lain. “Hasil itu juga berdasar laporan perkembangan tim pelatih dan tim dari NPC DIJ,” kata Hariyanto.

Adanya kebijakan promosi degradasi, lanjut Hariyanto, bertujuan untuk memaksimalkan potensi raihan medali emas kontingen DIJ di Papua nanti. Juga secara tidak langsung kebijakan tersebut akan memacu atlet untuk berlatih maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaik menuju Peparnas.

Apalagi, di Peparnas tahun ini NPC DIJ bertekad mempertahankan capaian medali emas seperti Peparnas lima tahun silam di Jawa Barat. Karena itu, di sisa waktu yang ada NPC DIJ semakin serius dalam mempersiapkan tim. “Kami juga sudah petakan cabor mana saja yang berpeluang meraih emas. Semua kami bandingkan dengan kekuatan calon lawan, tapi data itu untuk internal saja,” bebernya.

Perihal target 15 medali emas yang dibidik, NPC DIJ lebih memilih untuk memasang target jumlah medali emas ketimbang mempertahankan peringkat di klasemen akhir. Sebab, menurutnya posisi klasemen akan sangat bergantung pada raihan medali daerah lain.

Meski target medali tetap dipengaruhi atlet-atlet daerah lain, Hariyanto berujar hasil akhir tetap ditentukan oleh perjuangan dan kesiapan atlet-atlet DIJ sendiri. “Sejak awal kami memasang target mempertahankan jumlah medali emas di Peparnas sebelumnya. Jadi kami fokus mengejar raihan 15 emas itu dulu. Kalau soal posisi klasemen akhir, nanti pasti akan mengikuti,” pungkasnya. (ard/din/er)

Lainnya