Target Vaksinasi Dosis Pertama Siswa Rampung Agustus

Target Vaksinasi Dosis Pertama Siswa Rampung Agustus
Siswa di SMP N 4 Pakem mengikuti kegiatan vaksinasi di sekolahnya, kemarin (21/7).

SLEMAN  Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar kegiatan vaksinasi dosis pertama menyasar siswa SMP, Rabu (21/7). Vaksinasi kali kedua di Kabupaten Sleman ini, menyasar 1.151 siswa di dua SMP. Yaitu, di SMP Negeri 4 Pakem dan SMP Negeri 1 Sleman.

Kepala BINDA DIJ  Andry Wibowo mengatakan, gerakan vaksinasi ini sejalan dengan program pemerintah sebagai upaya herd immunity bagi siswa berusia 12-17 tahun. Penyelenggaraan dilaksanakan melalui BIN bersinergi dengan pemerintah daerah. Sehingga target pencapaian vaksin dapat berjalan sesuai target dan proses belajar mengajar siswa dapat segera terlaksanakan. Dengan capaian vaksinasi di atas 70 persen.

Vaksinasi ini merupakan akselerasi masyarakat. Harapannya, dengan percepatan vaksinasi dapat segera menggerakkan lokomotif kehidupan di DIJ ke depan. Yakni dari sektor pendidikan dan pariwisata atau tourism. “Agar dinamika kehidupan dan pembangunan yang bersumber dari operasionalnya pendidikan dan pariwisata bergerak. Kesehatan terbangun, sehingga pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa juga kita wujudkan,” ujar Andry.

Menurutnya, ada dua instrumen dalam penanganan pandemi Covid-19. Selain dengan meningkatkan herd immunity melalui vaksinasi, diperlukan juga dukungan sosial yang kondusif dengan cara mentaati protokol kesehatan (prokes).

Dia mentargetkan, vaksinasi siswa di Kabupaten Sleman mencapai 36 ribu sampai 40 ribu orang pada dosis pertama dan rencananya akan dikebut hingga Agustus mendatang. Targetnya, selesai sebelum 17 Agustus. “Setelah itu, baru dilakukan vaksin dosis dua,” terangnya.

Kendati begitu, pelaksanaan vaksinasi tetap mempertimbangkan ketersediaannya vaksin dan vaksinator. Untuk mempercepat proses vaksinasi tersebut, BINDA DIJ juga telah membuka rekrutmen 25 tenaga vaksinator.

“Percepatan vaksin untuk pelajar terus dilakukan karena dari segi kompetensi pendidikan, tidak bisa hanya mengandalkan daring. Dari sisi knowladge oke, tetapi dari sisi karakter kebangsaan, relasi sosial antar kawan dan kultural, hanya bisa dibangun melalui kegiatan tatap muka. Termasuk pelajaran-pelajaran yang membutuhkan praktek,” sambungnya.

Kepala Sekolah SMP N 4 Pakem Ponidi mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi tersebut. Disebutkan, ada 478 siswanya mengikuti kegiatan ini. Dengan jumlah kuota vaksin yang diberikan sebanyak 700 dosis. “Karena 20 persen lebih siswa kami sudah vaksin di fasilitas kesehatan (faskes) di lingkungan masing-masing, jadi sisanya ini kita peruntukan bagi peserta luar. Ada siswa SMK/SMA, SMP lainnya, MA dari latar belakang pendidikan berbeda,” ungkapnya.

Proses vaksinasi dilakukan dengan enam tahapan. Antara lain, pendaftaran, checking suhu, pre-screning, screning, vaksinasi dan tahapan observasi. Semua dilaksanakan dengan baik. Adapun tiga siswa tidak lolos screening karena terpapar covid kurang dari tiga bulan.

Sementara itu vaksinasi siswa juga telah dilaksanakan di Sekolah Budi Utama, sepekan lalu. Diikuti 400 siswa dan dengan kuota vaksin sebanyak 500. Untuk vaksinasi di Sleman ditargetkan kepada kurang lebih 40 ribu siswa yang terbagi di 119 SMP negeri dan swasta.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap melalui kegiatan ini, ketika sekolah tatap muka digelar kembali, seluruh pelajar berusia 12-17 tahun sudah tervaksin semua. Seiring sudah diberlangsungkannya vaksinasi bagi guru atau tenaga pendidik (tendik). Peresmian vaksinasi ini, mengawali kegiatan vaksinasi di sekolah lainnya. Diharapkan berkelanjutan, dan sekolah mempersiapkan diri mensukseskan program vaksinasi. “Semoga Sleman level 4 ini persebarannya (Covid-19, red) bisa turun. Ini perlu gerakan bersama-sama seluruh stakeholder dan masyarakat,” pungkasnya. (mel/din/er)

Lainnya