Kebumen Bangun Budidaya Udang Terintegrasi 

Kebumen Bangun Budidaya Udang Terintegrasi 
Penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan Shrimp Estate di Kabupaten Kebumeb oleh Bupati Kebumen dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kantor KKP pada Kamis (12/8) lalu.

KEBUMEN, Radar Kebumen -Perjanjian kerja sama terkait pengembangan kawasan budidaya udang terintegrasi (Shrimp Estate) telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupetan (Pemkab) Kebumen dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kerja sama ini ditandatangani Kamis (12/8) lalu oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dengan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP Tb Haeru Rahayu. Dengan adadanya Shrimp Estate ini diharapkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir selatan Kebumen.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, Kebumen akan menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki kawasan industri perikanan modern berbasis Shrimp Estate. Dengan adanya model ini, pembangunan kawasan budidaya udang dapat dikelola secara modern dan baik ke depannya.

Selain itu, nantinya akan ada satu standard kualitas yang harus dipeuihi seperti instalasi, air, dan kawasan pesisir. Di depan lokasi Shrimp Estate, juga perlu dipenuhi dengan hutan mangrove agar tidak terjadi abrasi. Shrimp Estate merupakan implementasi dari salah satu program prioritas KKP. Yakni pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor didukung riset kelautan dan perikanan. “Yang sejalan dengan target peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250 persen pada 2024,” ungkap Trenggono.

Trenggono yakin, jika model ini berhasil dikembangkan di Kebumen, wilayah lain juga bisa turut menggunakan model yang sama. Tentunya dengan pengembangan potensi budidaya di masing-masing wilayah. Cara ini, juga bisa menjadi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan. “Terlebih di pesisir nantinya kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat,” lanjutnya.

Selama kurun waktu 2015-2020, Indonesia telah berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia sebesar 6,9 persen. Indonesia pada 2019, berada diurutan kelima eksportir udang dunia. Dan di tahun 2020, total volume udang Indonesia di pasar dunia sebesar 7,15 persen.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menuturkan, Kebumen memiliki potensi kelautan yang bisa dikembangkan secara modern untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui Shrimp Estate, menjadi komitmen pemerintah untuk memaksimalkan potensi itu. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyatakat.

Dibangun di atas lahan 100 hektare di kawasan Kecamatan Klirong, Shrimp Estate bakal menjadi kawasan industri perikanan yang bisa menyerap ribuan tenaga kerja. Nantinya, tenaga kerja akan diambil dari putra daerah untuk dilibatkan dalam proses pembangunan itu. “Sehingga warga Kebumen tidak lagi harus merantau ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan,” jelas Arif.

Selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, Shrimp Estate juga dapat menaikan pendapatan asli daerah (PAD). Konsep ini akan terus dikembangkan dan dipadukan dengan wisata bahari Kali Ratu yang baru saja diresmikan. “Setelah adanya penandatanganan kerjasama, ground breaking rencananya dilakukan pada Desember 2021,” kata Arif.

Shrimp Estate, kata Arif, merupakan skema budidaya udang berskala besar dalam satu kawasan. Proses produksi didukung oleh teknologi agar hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan yang sesuai dengan konsep budidaya terintegrasi.

Konsep tersebut, yakni dengan pendekatan konsep hulu-hilir, korporasi perikanan budidaya berbasis kawasan dan zero waste, hilirisasi produk perikanan budidaya dan akuakultur modern 4.0. Serta pengelolaan kawasan budidaya tambak udang secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh unsur. Baik pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, dan pihak swasta. “Harapannya melalui kerja sama ini, Kabupaten Kebumen menjadi pelopor budidaya udang yang modern di Indonesia, dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi, karena adanya campur tangan teknologi, dan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya,” tandasnya. (eno/din/er)

Lainnya