Biasanya Sampai 20, Kini Hanya Tiga Penyewa

Biasanya Sampai 20, Kini Hanya Tiga Penyewa
Proses pemasangan tenda dan dekorasi untuk acara hajatan di wilayah Kebumen.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih terus berdampak pada minimnya pemesanan sewa tenda dan dekorasi untuk hajatan. Rata-rata setiap bulan selama pandemi, pengusaha sewa tenda dan dekor hanya mampu mendapatkan dua sampai tiga penyewa.

Hal ini dialami oleh Rozaaq Abdillah pengusaja sewa tenda dan dekorasi Balakosa. Bahkan, penyewa yang didapatkan saat ini, bukanlah masyarakat yang menggelar hajatan besar. Melainkan pihak instansi pemerintahan atau swasta yang menyewa tenda untuk mengadakan acara vaksinasi Covid-19. Dengan harga tenda yang ditawarkan adalah Rp 25 ribu per meter persegi. Sementara untuk dekorasi akad maupun lamaran, Rozaaq masih membandrol harga di angka Rp 3 Juta.
Angka penyewa tersebut, turun jauh dari 20 penyewa yang bisa didapatkan dalam satu bulan. Minimnya penyewa, membuat Rozaaq mengurangi jumlah pegawai yang sebelumnya 25 orang menjadi 15. Meski tidak melakukan pemotongan gaji, 15 pegawainya saat ini akan dibayar sesuai shift saat melakukan perawatan dekor dan tenda. “Kebijakan shift juga membuat mereka mendapatkan hasil yang tidak seperti biasanya,” tutur Rozaaq kemarin (3/9).
Pegawai lebih banyak menghabiskan waktu untuk melakukam perawatan tenda. Dengan cara merangkai kembali dan dibersihkan secara berkala. Perawatan, juga dilakukan setelah tenda dan dekor selesai digunakan acara. Hal ini memudahkan agar saat terjadi kerusakan, bisa langsung diperbaiki.

Rozaaq berharap, pemerintah tidak selalu memberikan kebijakan larangan adanya acara hajatan. Namun juga memberikan solusi. dengan memberikan kelonggaran aturan yang berimbang jika memang kondisi pandeki masih belum stabil. Seperti pembatasan tamu dan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) ketat. Membatasi durasi acara dan tempat tamu yang disesuaikan luasnya. “Setidaknya ini menjadi solusi untuk pekerja wedding. Jangan hanya melarang tapi berikan solusi untuk kami,” ungkapnya.
Sebelumnya pada 2020, Rozaaq mengaku pernah melakukan audiensi dengan pemerintah kabupaten. Terkait permintaan dibukanya kembali industri event wedding selama pamdemi Covid-19. Untuk tetap bisa bertahan, saat ini yang dilakuka  oleh pengusaha sewa tenda dan dekor adalah dengan mengadakan promo potongan harga. “Namun karena kebijakan yang terus berlanjut, membuat penyewa juga ikut terganggu dengan rencana yang dibuatnya,” tururnya.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dalam Surat Edaran Nomor 433/1678 tentabg Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat  level 3 Covid-19 di Kabupaten Kebumen menuturkan, pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal undanhan 20 orang. Sebelumnya saat level 4, hanya diperbolehkan acara ijab kabul. Dengan tamu dibatasi hanya 10 orang.  Sementara kegiatan hajatan dalam bentuk apapun ditiadakan saat level 4. “Level 3 boleh dengan tidak makan di tempat, serta bersedia melakukan kegiatan dengan prokes yang lebih ketat,” ungkap Arif. (eno/din/er)

Lainnya