Dorong Masyarakat untuk Isolasi Terpusat

Dorong Masyarakat untuk Isolasi Terpusat
Kabid Pencegahan Bencana BPBD Kebumen, Elis Joko Widodo (tengah) dan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Istiyadi saat memaparkan kondisi PPKM level 3 Kebumen di Kantor Diskominfo Kebumen kemarin (3/9).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Isolasi terpusat (isosat) bagi pasien positif Covid-19 masih terus didorong oleh berbagi pihak. Hal ini dilakukan agar pasien Covid-19 bisa diawasi dan terkontrol kondisinya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Elis Joko Widodo menjelaskan, pihaknya melalui satgas Covid-19 terus melakukan upaya untuk mendata pasien positif yang harus melakukan isosat. Penjelasan dan pengertian kepada warga juga diberikan agar tidak lagi melakukan isolasi mandiri (isoman).
Kebijakan saat ini, isoman hanya diperbolehkan bagi ibu hamil, lansia, dan masyarakat yang tidak bisa mandiri untuk tinggal di isosat. Kurang lebih 100 tempat tidur telah disiapkan. Salah satunya di isosat Ruang Jatijajar Pendopo Bupati. “Selain itu, isosat juga dipusatkan di rumah sakit darurat,” ungkap Elis kemarin (3/9).
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Istiyadi menuturkan, pasien positif yang melakukan isoter akan dirawat dan dijaga oleh dokter. Hal ini bisa meminimalisasi saat kondisi pasien buruk, bisa langsung dirujuk ke rumah sakit. Mengingat di setiap isosat telah disiapkan ambulance, dokter, perawat dan obat-obatan pendukung. “Ambulans ini juga bisa digunakan untuk melayani dan merujuk pasien yang akan melakukan isosat,” ungkapnya.
Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang mengaku, pasien isosat hanya berkisar sekitar 21 orang. Jumlah tersebut, sangat sedikit karena kasus positif Covid-19 masih di angka ratusan. Dari tujuh titik isosat yang ada di Kebumen, saat ini isosat akan diaktifkan di dua lokasi. Yakni di rumah sakit darurat dan ruang Jatijajar Pendopo Bupati. “Syarat isosat adalah mendapatkan diagnosa dari puskesmas setempat. Nantinya mereka mendorong untuk pasien bisa isosat. Jika ingin isoman harus memiliki alasan kuat dan memberikan surat penolakan,” kata Matondang. (eno/din/er)

Lainnya