Burung Rajin Dijemur untuk Hilangkan Lemak

Burung Rajin Dijemur untuk Hilangkan Lemak
Rian Adi Nugroho, 26, warga Ambal Resmi RT 03 RW 01 Kecamatan Ambal, Kebumen saat memanjakan burung Murai Batu peliharaannya, kemarin.

Kebumen, Radar Kebumen – Sukses usaha kebanyakan berangkat dari hobi. Hal itu dibuktikan Rian Adi Nugroho, 26, warga Ambal Resmi RT 03 RW 01 Kecamatan Ambal, Kebumen. Ia berhasil membudidayakan burung murai batu dengan harga yang cukup fantastis.

Rian sapaan akrab Rian Adi Nugroho, mengatakan, sejak kecil ia memang sudah menyukai burung, khususnya kicauannya. Dari berbagai jenis burung, ia akhirnya memilih fokus untuk mem-breending atau membudidayakan burung murai batu sejak 2017.

“Saya suka Murai Batu karena kicauannya, burung murai dikenal bisa menirukan semua jenis suara burung. Murai batu juga lebih menjanjikan untuk dibudidayakan, selain banyak komunitasnya juga ada lombanya, harganya juga relatif stabil tinggi,” katanya, kemarin (5/9).

Sebelum mencintai murai batu, ia juga pernah bermain burung koci, namun ia menilai harga murai batu lebih stabil dan menjanjikan. Harga anakan umur satu bulan saja berkisar antara Rp 1 juta – Rp 2 juta, Murai Batu dewasa bisa mencapai Rp 4 juta – Rp 5 juta. Bahkan bisa puluhan juta. ”Tergantung kualitas,” jelasnya.

Dijelaskan, dulu ia mendapatkan bibit atau bahan dari Cilacap. Burung pemenang lomba dalam sebuah event kontes murai batu. “Sekarang saya punya lima kandang dan belasan ekor murai batu satu klan atau trah,” jelasnya.

Menurutnya, untuk budidaya Murai Batu butuh kandang ternak khusus, juga harus jeli dan teliti mengamati pertumbuhan dan perkembangan burung. Kendala biasanya indukan bisa buang anakan atau macet produksi karena kurang asupan gizi makanan.

“Kalau pas breeding umpan utama yakni jangkrik, kroto (anak semut rangrang,red) dan ulat Hongkong. Rutin diberikan pagi dan sore, soal membersihkan kandang standar seperti merawat burung pada umumnya, saat  breeding seminggu sekali dibersihkan, kalau pas mengerami ditunggu sampai telur menetas,” ujarnya.

Ditambahkan, selain menjaga asupan makan dan kebersihan kandang, burung juga harus rajin dijemur untuk menghilangkan lemak. “Indukan sering kegemukan jika tidak dijemur, apalagi kalau untuk kontes harus rajin di gantang atau di jemur, karena akan sangat mempengaruhi performa,” ucapnya.

Disingkung item penilaian lomba atau kualitas burung, Rian menyebut tidak hanya suara yang merdu dan lengkap, gaya, volume dan isian juga sangat menentukan. Dari sekian jenis Murai Batu yang banyak dicari yakni Murai Batu yang memiliki isian Cililin. Bahkan tidak semua pemain Murai Batu memiliki jenis ini. Cuaca juga akan mempengaruhi performa sehingga harus menyesuaikan.

“Cililin sangat mahal, selain itu ada jenis Murai Batu Borneo Kalimantan, Nias ekor hitam dan Medan ekor putih, para pemain di Kebumen kebanyakan mengambil dari tiga jenis ini,” ungkapnya.

Disinggung soal ilmu membudidayakan murai batu, Rian mengaku belajar secara otodidak, dan sering menyimak tutorial di laman media sosial. Ia kini sudah berhasil membudidayakan murai batu bahkan sudah menjual ke sejumlah daerah di luar Kebumen.

“Saya sudah jual puluhan ekor, tidak hanya anakan, saya juga sudah berani jual burung yang sudah jadi siap kontes. Paling banyak pelanggan dari Jabodetabek, biasanya untuk kontes. Saya kasih jaminan dan setiap breeder beda-beda perlakuannya, sementara saya juga berdasarkan pengalaman saja,” katanya.
(bah)

Lainnya