Belum Ada Jatah Vaksin bagi Pelajar

Belum Ada Jatah Vaksin bagi Pelajar
Siswa SMP N 1 Sempor yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) mengikuti test rapid antigen oleh Puskesmas Sempor pada Jumat (10/9).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah Kebumen sudah di aktifkan di seluruh sekolah. Hanya saja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen sampai saat ini belum memiliki jatah vaksin yang dialokasikan bagi pelajar sekolah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen Istiyadi menjelaskan, vaksinasi pelajar di wilayah Kebumen masih direncanakan. Saat ini, jatah vaksin yang ada masih dialokasikan untuk masyarakat dengan usia di atas 18 tahun.
Vaksinasi bagi pelajar, lanjut Istiyadi, direncanakan akan menggunakan jenis sinovac. Sementara untuk dosis sinovac saat ini, masih diperuntukkan ibu hamil dan suntikan dosis kedua. “Jadi vaksin bagi pelajar belum ada,” jelas Istiyadi kemarin (12/9).

Dalam waktu dekat, lanjut Istiyadi, guyuran vaksin dari pusat akan didapatkan Kebumen. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memastikan dosis apa yang akan dikirimkan pusat ke kabupaten. Untuk mengantisipasi adanya sebaran Covid-19 selama PTM berlangsung, test rapid antigen maupun swab antigen akan dilakukan di setiap sekolah. “Pemeriksaan secara acak bagi pelajar yang akan masuk PTM,” kata Istiyadi.

Seperti halnya yang dilakukan di SMP N 1 Sempor pada Jumat (10/9). Sebanyak 50 siswa mengikuti test rapid antigen yang dilakukan oleh Puskesmas Sempor. Diambil secara acak, seluruh siswa yang mengikuti tes dinyatakan non reaktif. “Diambil secara acak atau sampel, semua siswa yang mengikuti rapid test antigen hasilnya non reaktif,” tambah Kasi Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman.

Ia menambahkan, test rapid antigen dilakukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 untuk memastikan PTM dilaksanakan dengan lebih aman. Terlebih saat ini, PTM masih dilakukan secara terbatas karena Kebumen masuk dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3.

Waka Humas SMAN 1 Kebumen Slamet Pramono menuturkan, 90 siswa yang turut mengikuti simulasi PTM juga melakukan swab antigen. Ditemukan satu siswa yang hasilnya reaktif. Namun saat ditindaklanjuti untuk melakukan test PCR  hasilnya negatif.

Minggu ini, lanjut Pramono, siswa diliburkan dan pembelajaran kembali dilakukan secara online. Hal ini dilakukan untuk evaluasi dan mengatur PTM yang direncanakan mulai aktif kembali pada Senin (20/9). “Jadi kesimpulan saat ini kegiatan simulasi aman, terkendali dan tidak terjadi kasus penularan Covid-19 di sekolah,” ungkapnya. (eno/din/er)

Lainnya