Pariwisata Kebumen Mulai Menggeliat

Pariwisata Kebumen Mulai Menggeliat
Wisatawan menikmati objek wisata Telaga Jembangan di Jembangan, Poncowarno, Kebumen. Telaga Jembangan menyuguhkan pemandangan telaga yang indah dikelilingi hutan yang masih terjaga keasriannya.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Kabupaten Kebumen kini telah turun ke level 3 untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kondisi itu membuat sektor pariwisata sedikit bisa bernafas. Sejumlah objek wisata (obwis) mulai dibuka dan  menerima kunjungan wisatawan. Namun dengan syarat penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Salah satu bwis yang sudah mulai menerima kunjungan wisatawan yakni Telaga Jembangan di kawasan pegunungan Desa Jembangan, Poncowarno. Lokasinya di timur laut kota Kebumen, berjarak atau 20 KM.

Telaga Jembangan menyuguhkan pemandangan telaga yang indah dikelilingi hutan yang masih terjaga keasriannya. Di ujung telaga terdapat sebuah bendungan yang dikenal dengan Bendungan Pejengkolan. Air Telaga Jembangan berasal dari Waduk Wadaslintang.”Di sini juga menyediakan wisata edukasi untuk anak-anak. Ada wahana perahu, kebun binatang mini, gazebo, dan tempat memancing,’’ kata salah satu penjaga Kebun Binatang Mini Telaga Jembangan, Listiyaningsih, kemarin (12/9).
Menurutnya, penurunan level 3 untuk penerapan PPKM Darurat menjadi angin segar bagi Telaga Jembangan untuk kembali mendapatkan pendapatan. Kendati tingkat kunjungannya masih minim, namun minimal sudah ada pengunjung yang datang.

“Pada Level 4 PPKM kami tutup, hampir sebulan dan selama itu tidak ada pemasukan sama sekali. Untuk operasional memberi pakan hewan-hewan koleksi kebun binatang sempat keteteran,” jelasnya.

Ditambahkan, selama tiga pekan terakhir rata-rata 300 orang per hari. Kebanyakan keluarga. Beberapa komunitas sepeda, dan senam kebugaran juga sudah mulai berkunjung. “Sebelum pandemi mencapai 500-1.000 orang per hari,” ucapnya.
Salah satu pengunjung, Supri, 43, warga Kutoarjo, Purworejo mengungkapkan, sengaja refreshing ke lokasi ini karena mendengar sudah dibuka. Sembari mencari udara segar ia juga menyalurkan hobinya memancing.

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kabupaten Kebumen Gunawan Widhi Wibowo menjelaskan, hingga Mei 2021, pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata di Kebumen baru mencapai 18 persen atau Rp 1,175 Miliar. Padahal target PAD 2021 Rp 6,5 Miliar.
Minimnya pendapatan, dikarenakan penutupan obwis menyusul kebijakan PPKM selama masa pandemi. Pada Juli, hanya dua dari 12 obwis yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen yang emberikan pemasukan. Yakni Waduk Wadaslintang Rp 1,4 Juta dan sewa GOR Rp 3,8 Juta.
“Setelah obwis bisa dibuka, kami akan memaksimalkan pendapatan. Baik melalui website, pemasangan iklan. Yang jelas kami ikut kebijakan pemerintah, namun tetap mengoptimalkan pemeliharaan obwis dan promosi,” jelasnya. (tom/din/er)

Lainnya