Pegawai SPBU hingga Restoran Divaksin Massal

Pegawai SPBU hingga Restoran Divaksin Massal
PRIORITAS: Vaksinator dari Bidang Dokkes Polres Kebumen saat vaksinasi massal yang digelar Hiswana Migas dan PHRI Kebumen di Hotel dan Rumah Makan Candisari, Karanganyar, Kebumen, kemarin.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Para pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE), hotel hingga restoran di Kebumen mengikuti vaksinasi massal. Vaksinasi dilaksanakan di hotel dan rumah makan Candisari, Karanganyar, Kebumen.

Vaksinasi massal ini terselenggara atas kerjasama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kedu dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kebumen.

Ketua Panitia Vaksinasi, Pangestu Edi Karyanto mengatakan, dalam pelaksanaan vaksinasi panitia mengandeng Polres Kebumen dan Dinas Kesehatan Kebumen, vaksinator dari Puskemas Karanganyar dan personil Bidang Dokkes Polres Kebumen.

“Alokasi vaksin sebanyak 720 dosis. Rinciannya 187 dosis untuk anggota Hiswana Migas, 200 dosis untuk PHRI Kebumen dan 333 untuk masyarakat umum,” kata Pangestu yang juga menjabat sekretaris PHRI Kebumen, kemarin (13/9).

Dijelaskan, sedianya panitia mengusulkan 500 dosis saja, namun karena animo masyarakat yang tinggi maka ada penambahan dan terealisasi 670 dosis. Di hari H pelaksanaan ada tambahan lagi dari Polres Kebumen sebanyak 50 dosis. “Proses vaksinasi berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Ketua DPC Hiswana Migas Kedu, Sutarto Murti Utomo mengungkapkan, pihaknya memang sudah memprogramkan vaksinasi kepada seluruh karyawan. Sebab, semua karyawan anggota Hiswana Migas mulai operator SPBU hingga driver cukup rentan terhadap penularan Covid-19.

“Mobilitas mereka tinggi, berada di lapangan melayani orang-orang yang kami tidak tahu positif atau tidak. Padahal jika ada salah satu dari karyawan kami positif Covid-19, SPBU tutup selama 14 hari. Ini kan repot banget. Sementara kami diwajibkan memberikan pelayanan BBM yang tidak boleh berhenti,” ungkapnya.

Hal itu membuat Hiswana Migas sekuat tenaga memberikan vaksinasi kepada seluruh karyawan. Semua karyawan anggota Hiswana Migas disisir dengan target 100 persen tervaksin. Sementara ini, sifatnya masih per wilayah. Sebab antara satu wilayah dengan wilayah yang lain respon masing dari kabupaten berbeda.

“Kabumen sudah 100 persen, smeentara di wilayah Kedu, kami masih kesulitan memberikan vaksinasi di Kabupaten Temanggung, Magelang dan Wonosobo. Sebagian sudah vaksinasi melalui desa, Puskesmas, namun tidak spesifik seperti di Kebumen yang dikoordinir langsung Hiswana Migas,” ucapnya.

Diharapkan, semua pihak paham bahwa karyawan anggota Hiswana Migas laik mendapatkan prioritas, karena sangat rentan tertular maupun menularkan. Seorang driver agen saja bekerja berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain. “Bayangkan jika seorang driver tertular, dia akan menularkan ke banyak lokasi, maka harus 100 persen,” harapnya.

Vaksinasi massal yang digelar Hiswana Migas dan PHRI langsung mendapat apresiasi anggota DPRD Kebumen Suprijanto. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dicontoh dan diikuti lembaga lain agar herd immunity segera terwujud. “Kebumen baru 30 persen yang sudah divaksin, langkah Hiswana Migas dan PHRI menjadi salah satu upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah,” katanya. (tom/bah)

Lainnya