Selain Nyervis Senar, Juga Sering Main Bukutangkis

Selain Nyervis Senar, Juga Sering Main Bukutangkis
ORDER: Sutrisno Budoyo memperbaiki senar raket di lapak Jalan Kemuning, Purworejo kemarin (13/9). )Budi agung/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Prestasi bulutangkis Indonesia di ajang internasional memberi berkah terhadap Sutrisno Budoyo. Usaha menjual dan perbaikan raket yang dilakoninya meningkat.

Suasana Jalan Kemuning masih sepi kemarin (13/9). Jalan di persimpanan dari arah Pasar Baledono menuju Jalan KHA Dahlan itu memang bukan jalan utama. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu sentra usaha permak jins, servis sepeda, hingga servis raket bulutangkis.

Usaha servis rakit tersebut dikembangkan oleh Sutrisno Budoyo. Usaha itu diberi label Budi.

Lapak milik Sutrisno menempel pada dinding bangunan besar yang ada di belakangnya. Lapak itu menyediakan jasa pemasangan senar raket.

Sutrisno sudah puluhan tahun menekuni usaha itu. Usaha ini didirikan orang tuanya sekitar tahun 1970.

Lelaki 51 tahun ini mengaku sangat menikmati usahanya. Bahkan, usaha perbaikan raket ini menjadi penyangga utama perekonomian rumah tangganya.

“Pesanan (servis) sedang ramai ini. Sebenarnya ditunggu, ya, selesai. Paling butuh waktu tiga puluh menit untuk ganti senar. Tapi, ya, saya tidak mendahulukan orang yang pesan cepat, karena pelanggan saya yang lain menunggu juga,” kata lelaki yang tinggal di Kelurahan Mudal, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, ini.

Ada atusan raket yang digantungkan di bagian belakang lapak. “Saya itu kerja sama dengan istri. Dia yang menganyam dan saya kebagian menguatkan senar. Kalau dikerjakan sendiri sehari bisa dua puluh raket. Tapi, kalau dibantu istri, bisa lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Sutrisno mengaku memahami berbagai jenis dan kualitas raket. “Insyaallah semua jenis raket saya paham. Wong selain nyervis, saya juga sering bermain. Jadi, paham mana raket yang bagus dan enak digunakan dengan yang tidak,” ungkapnya.

Sutrisno menyatakan, anaknya tekun berlatih bulutangkis sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Bahkan, sang anak yang kini sudah kuliah, kerap tampil menjadi wakil sekolah dan Kabupaten Purworejo di pentas bukutangkis.

“Sekarang sudah kuliah dan jarang bertanding lagi. Karena banyak ajang prestasi kan di tingkat sekolah,” tambahnya.

Di sisi lain, keberhasikan ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih media emas Olimpiade Tokyo 2020 lalu dan dominasi Leani Ratri Oktila di Paralimpiade Tokyo 2020 membawa berkah bagi Sutrisno. Usahanya mengalami peningkatan. Permintaan jasa servis raket meningkat cukup tinggi.

“Mungkin orang selama ini hanya membiarkan raket di rumah. Tapi, setelah melihat ramai-ramai badminton itu, jadi ingin bermain dan memperbaiki raketnya,” katanya.

Penjualan raket baru juga mengalami peningkatan. Pembeli biasanya anak-anak usia sekolah dasar.

“Yang paling ramai raket di kisaran harga Rp 50 ribu. Yang harganya di bawah itu, juga ada,” kata Sutrisno. (amd)

Lainnya