Kebumen Memasuki Fase AKB

KEBUMEN, Radar Kebumen – Kabupaten Kebumen masih berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3. Selama dua pekan terakhir, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen turun.

Ketua Bidang Informasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto dalam rilisnya menjelaskan, dibandingkan kondisi akhir pada pekan pertama PPKM Level 3, rata-rata penambahan kasus harian mengalami penurunan. Yakni, dari 21 menjadi 11 kasus di akhir pekan kedua.
Sementara rata-rata kasus aktif menurun dari 249 menjadi 146 kasus. Untuk rata-rata kasus meninggal, juga mengalami penurunan dari 6 kasus menjadi 1 kasus per hari. Sedangkan pengamatan dari beberapa kasus melalui laporan kecamatan, masih ada peningkatan periode perawatan kasus. Beberapa kasus yang menjalani isolasi, harus melanjutkan perawatan di rumah sakit. “Karena tidak ada perkembangan kesehatan selama isolasi mandiri di rumah,” jelas Cokro kemarin (14/9).
Oleh karena itu, lanjut Cokro, saat ini pemerintah penting untuk mengambil kebijakan perawatan kasus yang diarahkan ke isolasi terpusat. Dengan pemantauan tenaga kesehatan atau rumah sakit. Sementara untuk tingkat keterpakaian tempat tidur rumah sakit untuk Covid-19, masih sebesar 36,88 persen.
Sesuai SE Bupati Kebumen Nomor 443/1173 tanggal 11-06-2021 tentang upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 pasca hari libur lebaran di Kabupaten Kebumen, terpantau tidak ada desa berzonasi merah. Sedangkan desa dalam zona orange masih ada 47 desa.
Secara keseluruhan, kata Cokro, hingga saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kebumen tercatat 17.909. Dari sejumlah kasus terkonfirmasi tersebut, ada 60 kasus dirawat, 53 isolasi, total meninggal 1.159, dan sembuh mencapai 16.629 kasus. Data tersebut, adalah data yang telah diintegrasi dengan seluruh daerah di Jateng. “Beberapa  parameter data, jumlahnya berubah. Hal ini karena ada penyesuaian formulasi di tingkat provinsi,” bebernya.
Memperhatikan perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen, Gugus Tugas telah melakukan pengkajian kasus dan analisa data. Dari hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen masih berpotensi naik.
Meski demikian, lanjut Cokro, di sisi lain kehidupan beragama, pendidikan, sosial, dan ekonomi harus berjalan. Sehingga diperlukan upaya memasuki fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan dicirikan penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat. Dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. “Hindari kerumunan dan tidak bepergian jika tidak perlu,” imbau Cokro. (eno/din/er)

Lainnya