Kades Biayai Pembangunan Jalan

Kades Biayai Pembangunan Jalan
SEMANGAT: Warga kerja bakti melebarkan jalan setapak menjadi jalan poros desa di Desa Brondong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, kemarin (20/9). (Budi agung/radar purworejo)

RADAR PURWOREJO – Kepala Desa Brondong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Tarmuji rela merogoh koceknya untuk membuat akses jalan desa. Jalan yang dibangun ini menghubungkan desanya dengan desa tetangga yakni Desa Cepedak. Panjang jalan tersebut mencapai 1.200 meter dengan lebar sekitar 4 meter.

Tarmuji mengungkapkan, jalan itu akan menjadi akses utama warga Dusun Cuit. Selama ini, warga Dusun Cuit harus menempuh jalan memutar cukup jauh untuk mencapai kantor desa.

“Warga Cuit harus melewati tetangga desa untuk mencapai kantor desa,” ujar Tarmuji kemarin (20/9).

Diungkapkan, selama ini jalan yang dibangun itu sudah ada. Tapi, kondisinya cukup memprihatinkan. Hanya jalan setapak dengan medan yang cukup terjal dan curam.

“Saya prihatin dengan kondisi itu. Dan, tergerak untuk membangun jalan ini dengan murni uang saya pribadi,” tambahnya.

Menurutnya, sebenarnya pemerintah desa bisa saja membangun jalan itu menggunakan dana desa yang diperoleh dari pemerintah pusat. Hanya saja, untuk bisa mengakses dana itu dibutuhkan waktu yang cukup lama dengan proses yang panjang.

“Dana desa memang ada. Tapi, tidak memungkinkan jika kita arahkan semuanya ke jalan tersebut,” katanya.

Dijelaskan, jalan itu memiliki sejarah tersendiri. Di mana, jalan tersebut menjadi jalur perjuangan Pangeran Diponegoro saat terjadi Perang Jawa sekitar tahun 1825 hingga 1830. Oleh warga, jalan itu tetap dimanfaatkan. Namun, jalan tidak bisa digunakan untuk akses kendaraan roda dua. Apalagi, kendaraan roda empat.

Selama pembangunan jalan, Tarmuji mengaku melibatkan banyak anggota masyarakat. Warga dimintai bantuan untuk menyumbang tenaga. Selain itu, warga melakukan gotorong royong untuk pengadaan makanan dan minuman.

Bahkan, warga sudah sepakat memberikan nama jalan itu dengan Jalan Tarmuji. Hal itu sebagai bentuk ucapan terima kasih untuk kepala desa yang menginisiasi peningkatan jalan tersebut.

“Saya ikut dengan warga saja. Yang penting, warga sudah punya akses jalan sendiri dan membuat mereka nyaman untuk aktivitas ekonomi pendidikan dan sebagainya,” imbuh Tarmuji.

Ihsan, warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jalan tersebut. Sebab, keberadaannya mampu menyingkat jarak tempuh untuk mencapai balai desa. Sebelumnya warha menempuh jarak sekitar lima kilometer untuk sampai di kantor desa.

“Sekarang dengan jalan yang baru, jarak tempuhnya hanya satu kilometer,” kata Ihsan. (udi/amd)

Lainnya