Penggerak Edukasi Hidup Sehat dan Tangani Mitigasi

Penggerak Edukasi Hidup Sehat dan Tangani Mitigasi
Relawan PMI Kabupaten Purworejo melakukan praktik edukasi pencegahan penyebaran Covid-19.

PURWOREJO, Radar PurworejoPMI Kabupaten Purworejo membentuk relawan desa. Mereka terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 di masyarakat. Relawan pun menjadi garda depan dalam antisipasi pencegahan berbagai penyakit.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo masuk dalam 19 kabupaten dan kota di Indonesia yang mendapatkan dukungan dari Korea International Cooperation Agency (Koica). Dukungan tersebut terkait kegiatan penguatan respons masyarakat untuk percepatan pengendalian Covid-19.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Kabupaten Puworejo Haryo Setyoko menyebutkan, pihaknya mendapat dua kegiatan. Kegiatan dipusatkan di Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, dan Desa Kaliguntung, Kecamatan Pituruh.

Dalam setiap kegiatan warga diberikan berbagai pemahaman. Mereka diajarkan untuk bisa melakukan pencegahan, deteksi dini, dan aksi dini terkait Covid-19.

“Penanganan Covid-19 berbasis masyarakat di tingkat desa harus terus ditingkatkan. Sebab, munculnya KLB (kejadian luar biasa) terjadi karena adanya penanganan yang kurang tepat serta minimnya langkah antisipasi,” jelas Haryo kemarin (20/9).

Diungkapkan, kegiatan yang diarahkan untuk membentuk relawan PMI itu sudah dilakukan di Kabupaten Purworejo sejak Agustus lalu dan berakhir September ini. Setiap desa mendapat dua kegiatan. Yakni, pelatihan dan orientasi kejadian luar biasa serta pelatihan dan orientasi survailans berbasis masyarakat.

“Pemahaman ini menjadi sesuatu yang sangat mendasar bagi relawan desa. Karena, implementasinya sangat luas serta merangkul banyak aspek yang sangat erat dan saling berkaitan,” katanya.

Menurutnya, pandemi, wabah, dan KLB sangat erat dan berhubungan dengan pola hidup masyarakat. Relawan hendaknya mampu menjadi motor penggerak dan garda depan dalam melakukan edukasi serta promosi kepada masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Ini sebagai langkah antisipasi awal dalam pencegahan berbagai penyakit.

“Keterlibatan masyarakat serta koordinasi yang baik menjadi kunci dalam penanganan KLB. Dalam hal ini, para relawan harus mengerti tentang apa dan bagimana yang harus dilakukan. Dengan begitu, peranan relawan ini sangat penting. Untuk itu, bekal akan pemahaman dan pengetahuan ini menjadi hal yang harus dimiliki oleh relawan,” jelasnya.

Haryo menjelaskan, relawan PMI juga diarahkan memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana alam dan nonalam. Tim ini nantinya bisa masuk ke dalam kelompok-kelompok kecil hingga individu. Mereka dapat melakukan survailans berbasis masyarakat dan pendataan terkait upaya mitigasi. Mereka juga bisa merancang pola penanganan, koordinasi, hingga merencanakan aksi terkait penanganan KLB. Termasuk, membuat peta rawan risiko kejadian luar biasa di tingkat desa. (udi/amd/er)

Lainnya