Warga Kemiri Datangi Inspektorat

Warga Kemiri Datangi Inspektorat
Warga Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Purworejo kemarin (20/9).

PURWOREJO, Radar Purworejo Puluhan warga Desa Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, mendatangi Kantor Inspektorat Kabupaten Purworejo kemarin (21/9). Mereka ingin menanyakan progres pelaporan yang dikirim jauh hari. Laporan tersebut terkait dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2016 sampai 2020 di Desa Kemiri Kidul.

Warga diterima Inspektur Pembantu II Inspektorat Kabupaten Purworejo Yuli Dwi Praptanto. Kedua belah pihak berdialog di Aula Inspektorat Kabupaten Purworejo. Dalam pertemuan itu terungkap, dalam waktu dua minggu ke depan akan ada pemberitahuan mengenai progres dugaan penyalahgunaan dana desa tersebut .

Fajar Nugroho Trisunu, perwakilan warga, mengatakan, warga tidak bisa mendeskripsikan secara rinci semua dugaan penyimpangan yang dilaporkan. Salah satunya yakni dugaan penyimpangan pengadaan mesin molen pengaduk semen dan pembangunan jalan desa menggunakan anggaran dana desa.

”Secara terperinci, saya tidak tahu persis,” tegasnya.

Menurutnya, besaran anggaran yang diduga disalahgunakan sedang dihitung Inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Purworejo. ”Tapi yang terlihat jelas adalah pengadaan dua molen. Tetapi cuma dibeli satu. Kemudian, jalan harusnya dibangun pada tahun 2018 menggunakan anggaran DD 2018. Tapi, dibangun pada 2019 dengan anggaran baru lagi,” kata Fajar.

Kegiatan lain yang juga mendapat perhatian warga adalah proyek irigasi yang pada perencanaan anggaran desa sepanjang 960 meter. Namun, realisasinya hanya 125 meter.

“Jadi, selisih-selisih itu yang kita laporkan. Kemudian ditindak lanjuti oleh Inspektorat,” tambahnya.

Dijelaskan, kedatangan perwakilan warga ke Inspektorat sekaligus untuk meminta kepastian kapan penghitungan audit fisik selesai. Sebab, belum ada perkembangan sejak kasus ini bergulir sekitar lebih setahun lalu.

Dia mengaku secara pribadi sering menanyakan kepastian progres laporan. Tetapi, hasilnya tidak memuaskan sehingga warga memutuskan untuk ramai-ramai datang ke Inspektorat.

“Tapi, tadi kami sudah lumayan puas karena sudah ada jawaban dari Inspektorat akan ada pemberitahuan progres pada dua minggu ke depan. Walaupun itu belum pasti, setidaknya kami memiliki harapan dua minggu ke depan ada progres,” terangnya.

Sementara itu, Yuli Dwi mengatakan, semua harus berjalan sesuai mekanisme dan prosedur yang ada dalam pemeriksaan. Saat ini progres masih dalam tahap penghitungan audit fisik oleh Dinas PUPR Kabupaten Purworejo. Hingga kini ini belum ada pemberitahuan tentang selesainya penghitungan.

Inspektorat belum  bisa memutuskan secara pasti kapan tahapan penghitungan selesai. “Kami hanya bisa memperkirakan pada dua minggu ke depan dan tidak bisa menentukan secara pasti kapan. Tapi, tentunya kami juga tetap mendorong dan terus berkoordinasi dengan pihak penghitung,” jelasnya. (udi/amd)

Lainnya