Diimbau Tak Bermain Layang-Layang Dekat SUTET

Diimbau Tak Bermain Layang-Layang Dekat SUTET
Aparat Polres Kebumen bersama PLN ULP Kebumen saat mengecek gangguan listrik di wilayah Buluspesantren, Kebumen kemarin.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Bermain layang-layang kini masih menjadi trend di kalangan masyarakat. Tidak terkecuali di Kebumen. Namun bermain layang-layang tidak tanpa risiko. Salah satunya jika menerbangkannya di dekat Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Karena itu, Polres Kebumen mengimbau masyarakat untuk waspada. Kasi Humas Polres Iptu Tugiman menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat bermain layang-layang. Di antaranya harus bermain di tempat yang aman agar tidak berujung petaka.”Jangan dekat dengan dengan SUTET,” pesannya.
Dijelaskan, Bhabinkamtibmas Polsek Buluspesantren belum lama ini sempat menemukan anak-anak bermain di sepanjang jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500.000 Volt di Kecamatan Buluspesantren. Bhabinkamtibmas bersama dengan petugas dari PLN UPT Purwokerto akhirnya memberikan imbauan agar lebih menjauh dari jaring instalasi tersebut saat bermain layang-layang. “Jika sampai menyentuh kabel tegangan tinggi bisa menyebabkan korsleting listrik dan sangat membahayakan,’’ jelasnya.
Manager PLN ULP Kebumen, Harry Anggriawan menambahkan, dampak lain jika benang layangan menempel atau layang-layang nyangkut pada jaringan SUTET dan terjadi korsleting, pasokan listrik di beberapa objek vital dapat terganggu. Beberapa aduna juga sudah masuk dan dengan itu pihaknya melakukan tindakan bersama aparat kepolisian.
Belum lama ini ada pengaduan dari RSUD Kebumen dan RSUD Prembun saat listrik padam, setelah ditelusuri penyebabnya layang-layang yang menyangkut sehingga menyebabkan korsleting. “Padahal peralatan rumah sakit ada yang harganya Rp 4 Miliar, jika rusak karena listrik padam dan harus diperbaiki di Jerman,” katanya.
Menurutnya, pasokan listrik ke sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 sangat dibutuhkan, termasuk untuk memasok kebutuhan listrik sentra vaksinasi dan produsen pemberian oksigen. Jika harus terganggu karena layang-layang sangat disayangkan. “Untuk itu kami menghimbau warga untuk menjauh dari SUTET. Boleh bermain layang-layang namun haru memilih tempat representatif,” ujarnya. (tom/din/er)

Lainnya