Hingga September, Lebih dari 100 Kejadian

KEBUMEN, Radar Kebumen – Sampai September ini, sudah lebih dari 100 kebakaran terjadi di Kebumen sejak awal tahun. Kebakaran didominasi akibat korsleting listrik dan pembakaran genting.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen Teguh Sumarno menjelaskan, kebakaran di pabrik genting masih mendominasi kebakaran yang ada di Kebumen. Hal ini karena kelalaian masyarakat saat memadamkan api usai membakar genting. “Api masih belum padam, dan menyebar ke sekitar sampai terjadi kebakaran,” beber Teguh kemarin (22/9).

Selain itu, kebakaran di Kebumen juga masih banyak terjadi karena korsleting listrik. Hal ini karena daya listrik tinggi, namun tidak diimbangi dengan perubahan instalasi listrik. “Penggunaan kabel listrik yang kecil juga menjadi penyebab mengapa korsleting bisa terjadi. Hal tersebut karena kabel yang berukuran kecil lebih cepat panas ketika dialiri arus listrik yang besar,” ungkapnya.
Kebocoran gas dan lupa mematikan kompor, lanjut Teguh, juga menjadi penyebab kebakaran. Banyaknya kebakaran meluas, karena masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang penanganannya. Jika api telanjur membesar, masyarakat bisa melakukan pencegahan dengan mendinginkan area yang belum terbakar. “Agar kebakaran tidak meluas saat menunggu damkar datang,” tuturnya.

Simulasi penanganan kebakaran, saat ini terus digencarkan. Diharapkan, hingga tingkat desa serta rukun tetangga (RT) simulasi penanganan kebakaran bisa dilakukan. Ia mengimbau, agar setiap rumah setidaknya memiliki alat pemadam kebakaran ringan (Apar). Ini bisa digunakan saat awal terjadinya kebakaran. “Namun tidak bisa digunakan saat api telah merambat dan membesar,” kata Teguh.
Teguh menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengadu kepada petugas damkar saat terjadi kebakaran. Pelayanan, tidak akan dipungut biaya atau gratis. Saat ini, telah ada empat pos damkar yang berada di Kebumen, Gombong, Petanahan, dan Prembun. “Sebaiknya segera dilaporkan, jangan menunggu api membesar,” tegasnya. (eno/din/er)

Lainnya