Warga Awam Tangani Kebakaran

Warga Awam Tangani Kebakaran
Petugas pemadam kebakaran (damkar) memberikan pelatihan penanganan memadamkan kebakaran saat terjadi di rumah tangga kepada anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kebumen kemarin (22/9).

KEBUMEN, Radar Kebumen – Kebakaran di Kabupaten Kebumen masih sering terjadi. Khususnya tingkat rumah tangga yang disebabkan korsleting listrik maupun kebocoran gas. Tidak tertanganinya kebakaran di awal kejadian, dikarenakan masyarakat yang masih awam terhadap penanganan dan takut untuk melaporkan ke pemadam kebakaran (Damkar).

Tenaga Harian Lepas (THL) Damkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebumen Muhyidin menjelaskan masyarakat masih merasa takut untuk melaporkan kejadian kebakaran karena khawatir dipungut biaya. Hal ini menyebabkan kebakaran yang dilaporkan kepada petugas, biasanya telah meluas.
Selain itu, penanganan yang tidak tepat dari masyarakat juga membuat kebakaran bisa menjadi semakin besar. Seperti saat terjadi korsleting listrik dan sudah ada api menyala. Jika ingin memadamkan api, tindakan yang tepat adalah dengan mematikan arus listrik terlebih dahulu. “Baru kemudian mematikan api yang menyala dengan menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) yang berbahan powder,” kata Muhyidin saat memberikan materi simulasi pencegahan dan penanganan kecelakaan dalam rumah tangga kemarin (22/9).

Sementara untuk kebocoran gas, lanjut Muhyidin, masyarakat harus membuka pintu dan jendela saat mencium bau gas. Selain itu, tidak menghidupkan listrik dan menyalakan kompor saat tercium bau gas. Masyarakat, tidak perlu khawatir tentang tabung gas yang meledak saat terjadi kebakaran. “Karena tekanannya rendah sehingga tidak mampu meledakkan tabung gas,” bebernya.
Cara mencegah kebocoran, masyarakat bisa merawat selang gas dan bagian dalam kompor. Selain itu, penyimpanan tabung gas sebaiknya diletakkan di tempat terbuka di luar kabinet. Meskipun tidak rapi, penempatan tabung gas di dalam kabinet bisa berbahaya saat terjadi kebocoran gas.
Namun jika kebakaran telah terjadi dan letak api masih di area kompor, Muhyidin mengimbau masyarakat untuk membasahi kain dan diletakkan di atasnya. Sedangkan saat api telah membakar selang tabung, masyarakat hanya perlu menutup saluran regulator dengan jari dan melepas regulator. Atau dengan meniup api dan melepas regulator.  “Karena di dekat lubang regulator adalah gas yang bersifat dingin, sedangkan api pasti tetap menyambar,” katanya.
Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kebumen Dede Miswarsih Siswoyo menuturkan, simulasi penanganan pencegahan dan penanganan kecelakaan dalam rumah tangga dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi dan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu rumah tangga. Terkait tindakan awal saat terjadi kebakaran di rumah. “Hal ini karena kebakaran di rumah sangat rawan. Terlebih, penggunaan tabung gas dan listrik tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari,” ungkap Dede.
Setelah adanya simulasi, diharapkan masyarakat tidak lagi panik saat terjadi kebakaran. Simulasi diikuti oleh 60 orang dari 30 GOW di Kebumen. Selanjutnya, pengetahuan dari simulasi bisa ditularkan ke anggota masing-masing organisasi. “Sehingga lebih banyak masyarakat yang mengetahui cara antisipasi, penyebab dan penanganan kebakaran,” tuturnya. (eno/din/er)

Lainnya