Bangun Terowongan Pengelak 865 Meter

Bangun Terowongan Pengelak 865 Meter
MEGAPROYEK: Proses pembangunan Bendung Bener mulai dilakukan. Tahap awal membangun terowongan untuk mengalihkan air Sungai Bogowonto untuk sementara waktu. Agar area pembangunan bendungan bisa kering. (ISTIMEWA)

RADAR PURWOREJO – Proses pembangunan terowongan pengelak pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendung Bener sudah dimulai. Pembangunan terowongan ditargetkan selesai pada Agustus 2022.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Bendungan Bener saat ditemui di kantor PT Brantas Abipraya-Proyek Bendung Bener Desa Kemiri, Gebang M yushar Yahya menyebutkan, nantinya, terowongan tersebut berfungsi untuk mengalihkan air Sungai Bogowonto untuk sementara waktu. “Agar area pembangunan Bendungan bisa kering dan bisa untuk dilakukan pembangunan,” ujarnya kemarin (23/9).

Sebelumnya, pekerjaan timbunan bendungan, Sungai Bogowonto harus dialihkan ke terowongan agar di area pembangunan sudah kering.

Pembangunan terowongan tersebut sangat penting atau vital demi keberlanjutan pembangunan Bendung Bener.”Panjang terowongan Pengelak tersebut 865 meter terdiri dari satu buah dengan diameter 7 meter, bentuknya tapal kuda,” sambungnya.

Saat ini, progres pembangunan terowongan baru dalam tahap peledakan pertama pada pertengahan Agustus 2021.

Dikatakan, karena target masih lama, pihaknya masih punya waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikan terowongan pengelak. Pembangunan Bendung Bener akan sangat bermanfaat yang besar khususnya di Purworejo.”Misalnya, irigasi yang akan mengaliri 15.500 ha, untuk pembangkit listrik tenaga air menghasilkan 10 megawatt. Air baku juga bisa mencapai 1.500 liter kubik dan ini pembagiannya sudah direncanakan untuk Kabupaten Purworejo 500 liter kubik, Kebumen 300 dan Kulonprogo 700 liter kubik,” papar dia.

Selanjutnya, juga penting untuk pengendalian banjir. Yakni, bisa mereduksi banjir sekitar 8,7 juta meter kubik, ada juga untuk konsevasi dan pariwisata.

Terpisah, PPK bagian Pengadaan Tanah Bendungan Bener dari BBWSO Hery Prasetyo menyebutkan, untuk pembebasan lahan hingga kini sudah mencapai 49 persen. Dari total bidang 5.261 bidang sudah terbayar 2578 bidang. “Ada seribu bidang yang masih menunggu proses penilaian dari KJPP,” tandas Hery. (han/din)

Lainnya