Pensiun, Jangan Berhenti Mengabdi di Masyarakat

Pensiun, Jangan Berhenti Mengabdi di Masyarakat
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat menyerahkan tali asih kepada ASN yang telah memasuki masa pensiun di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen, kemarin. 

KEBUMEN,Radar Kebumen -Sebanyak 60 Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Pemkab Kebumen yang memasuki masa pensiun menerima tali asih. Tali asih diserahkan langsung Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen, kemarin (23/9). Tali asih sebagai rasa terima kasih dan apresiasi tinggi atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan.

Selain tali asih, mereka juga mendapat piagam penghargaan, Surat Pemberitahuan Pembayaran (SPP) THT/Taspen dan Kartu Identitas Pensiun (Karip) PNS. Arif minta BKPPD Kebumen, BPKAD dan PT Taspen memberikan pelayanan prima kepada para pensiunan PNS. Dinas Dukcapil Kebumen juga untuk penerbitan e-KTP dan KK bagi para pensiunan dan segenap Dewan Pengurus KORPRI. “Perlu disyukuri ketika ASN mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik sampai akhir masa jabatan (pensiun,red). Sebab sejumlah ASN yang tidak bisa merasakan indahnya masa purna bakti karena berbagai hal,” ucap Arif.

Menurutnya, kendati sudah pensiun atau perjalanan karier sudah berakhir, namun para pensiunan masih akan masuk ke babak lanjutan untuk pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, para pensiunan tetap bisa berperan di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan positif. “Pensiun ASN bukan berarti berhenti berkarya. Jiwa pengabdian melayani masyarakat selama menjadi ASN harus terus dibawa dan dipertahankan. Masih banyak pekerjaan yang bisa dilakukan untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Ditegaskan, disadari dengan banyaknya ASN pensiun, maka tenaga pemerintahan semakin berkurang bahkan kadang  tidak sebanding dengan kuota penerimaan PNS baru. Langkah inisiatif biasanya dilakukan perampingan. Jika melihat dari daftar nama dan jabatan, Setidaknya ada 40 hingga 60 ASN di Kebumen yang memasuki masa pensiun, maka jelas Kebumen akan kekurangan tenaga pemerintah, terlebih penerimaan ASN kadang tidak sesuai kebutuhan pemerintah daerah.

“Kadang yang dibutuhkan guru, namun yang ada stoknya dinas lain, maka solusinya beberapa dinas terpaksa dirampingkan,” tegasnya. (tom/er)

Lainnya