Targetkan 2022 Kemiskinan Selesai

Targetkan 2022 Kemiskinan Selesai
Bupati Kebumen saat memberi motivasi kepada OPD terkait dan kades di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen, kemarin.

KEBUMEN, Radar Kebumen – Menjadi kabupaten percontohan untuk penanganan kemiskinan ekstrem hingga nol persen dari pemerintah pusat, membuat Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bergerak lebih cepat. Sejumlah pimpinan OPD dan kepala desa langsung dikumpulkan untuk mengikuti rapat terbatas di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (27/9).

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam kunjungan ke Kebumen beberapa waktu lalu, menetapkan Kebumen sebagai kabupaten pertama yang masuk pilot project program pengentasan kemiskinan hingga nol persen.

“Kebumen ditetapkan sebagai salah satu dari 5 kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam program pengentasan kemiskinan hingga nol persen. Hal itu membutuhkan respons cepat,” ujar Bupati Arif.

Dijelaskan, berdasarkan data kemiskinan ekstrem di Kebumen tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sempor, Sadang, Alian, Karangsambung, dan Karanggayam. Wilayah yang sudah dipetakan tersebut akan menjadi target utama program pengentasan kemiskinan.

Kendati di wilayah lain bukan berarti tidak ada kemiskinan, semua akan didata dan dikumpulkan untuk dilakukan penanganan. Selanjutnya, bagaimana agar kemiskinan ekstrem ini bisa teratasi. “Targetnya 2022 Kebumen harus sudah zero kemiskinan akut,” jelasnya.

Menurutnya, warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem salah satu indikatornya yakni tidak memiliki penghasilan, lansia, hidup sebatang kara, tidak punya rumah, terkena penyakit, dan tidak punya jaminan kesehatan atau sosial.

“Mereka yang masuk kategori itu, akan kami asuh. Misalnya hidup sebatang kara tidak punya rumah, ya dibuatkan rumah melalui aksi bedah rumah, jaminan kesehatan. Makan setiap hari kami jamin. Kalau dia punya anak tapi benar-benar miskin, anaknya kita tanggung untuk dapat beasiswa sekolah,” ujarnya.

Ditegaskan, pemerintah terus bersinergi dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem ini. Misalnya dalam hal pembenahan data jumlah orang miskin di Kebumen yang setiap waktu terus di-upadate. Sebab merekalah nantinya yang berhak menerima bantuan sosial.Tujuannya agar tepat sasaran.

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan pemerintah sudah minta untuk di-upgrade karena ada penerima yang orangnya sudah meninggal, atau pindah tempat, termasuk mereka yang kondisi ekonominya semakin baik.

“Di Kebumen jumlah orang yang masuk dalam katagori miskin ekstrim ada sekitar 4 persen atau sekitar 14 ribu jiwa. Dengan program ini harapannya, Kebumen tidak menjadi kabupaten termiskin di Jateng,” ujarnya. (tom/din/er)

Lainnya