Utamakan Pendidikan Karakter Siswa

Utamakan Pendidikan Karakter Siswa
Sejumlah siswa MI Azzahra Cangkrep Lor Purworejo berpamitan dengan gurunya saat hendak pulang sekolah setelah dijemput orang tuanya, kemarin (5/10).

PURWOREJO,Radar Purworejo – Dimulai pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah di Purworejo mulai dilakukan. Hal ini sesuai dengan harapan siswa dan orang tua untuk bisa melakukan pembelajaran secara normal.
Anggota Komisi IV DPRD Purworejo Hendricus Karel Sy menilai, PTM perlu disikapi dengan bijaksana. Menurutnya, model pembelajaran selama pandemi covid-19 yang menggunakan sistem daring, luring, dan konsultasi terprogram dinilai tidak cocok dilakukan.

Bagi politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, hal ini mengabaikan pendidikan karakter yang seharusnya terus ditekankan kepada siswa.”Sekarang walaupun masih belum bisa 100 persen dilakukan PTM tapi sudah lebih baik. Anak-anak bisa bertatap muka langsung dengan guru sehingga mereka mengikuti pendidikan dengan normal,” ungkap Hendricus.
Dijelaskan, pihaknya selama ini mendapatkan keluhan dari orang tua dengan sistem pengajaran yang ada. Sebab, orang tua harus terlibat aktif dengan cara menyediakan pulsa ataupun harus datang ke sekolah untuk mengambilkan tugas untuk anak.
“Kita tahu orang tua juga memiliki kesibukan sendiri. Walaupun sebenarnya mereka juga memiliki tanggung jawab untuk pendidikan anak mereka,” imbuhnya.

Di wilayah yang sulit sinyal, anak-anak atau orang tua harus berjuang mencari tempat yang mudah sinyal. Tujuannya untuk mengunduh soal yang diberikan sekolah untuk bisa dikerjakan.Dengan lokasi yang tidak ada sinyal tentu juga menjadi masalah. Karena menjadi beban tersendiri untuk ke tempat yang mudah sinyal. “Belum lagi, keterbatasan tidak memiliki pulsa bahkan ponsel sendiri belum tentu semua memiliki,” ungkapnya.
Anak-anak sendiri atau siswa juga kerap abai dengan tugas yang diberikan tanpa ada pengawasan dari guru. Orang tua yang juga tidak bisa mendampingi selama pembelajaran mandiri itu juga kerap menjadikan anak tidak efektif dalam belajar.
Mengerjakan tugas, lanjut Hendricus, hanya tempo sebentar saja. Selanjutnya akan ditinggalkan karena anak akan cenderung bermain ataupun malah memanfaatkan handphone untuk bermain game.

Tidak kalah penting memang pendidikan karakter. Bagaimana bisa karakter anak terbentuk tanpa ada tatap muka. Makanya dalam PTM awal ini, kami harapkan sekolah atau guru memantapkan pendidikan karakter dahulu yang terkendala nyaris 1,5 tahun ini. “Agar anak-anak juga memiliki rasa tanggung jawab dan budi pekerti yang baik,” tambahnya.

Dia berharap pandemi akan terus menyusut angkanya dan berakhir, sehingga proses kegiatan belajar mengajar bisa normal kembali. Artinya, pertemuan tidak lagi terbatas namun bisa 100 persen seperti dulu kala sebelum ada pandemi.(udi/din/er)

Lainnya